Mahasiswa Ditantang Kembangkan Potensi Wisata Lewat Kompetisi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuaca dingin di gunung. Dok. Kementerian Pariwisata

    Ilustrasi cuaca dingin di gunung. Dok. Kementerian Pariwisata

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menantang para mahasiswa untuk mengembangkan potensi wisata di daerahnya dalam sebuah lomba bernama Kompetisi Pariwisata Indonesia. Kejuaraan yang digelar oleh Program Studi Pariwisata Politeknik Negeri Bandung bekerja sama dengan Telkom University dan Stiepar Yapari - Aktripa, ini terdiri dari 21 kompetisi.

    Baca: Tahu Surga Liburan Maudy Ayunda di Indonesia?

    Peserta Kompetisi Pariwisata Indonesia tercatat sebanyak 813 peserta dari 56 perguruan tinggi di 15 provinsi. Mereka adalah para mahasiswa D-III, D-IV, dan S-1 jurusan pariwisata. Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum berharap para mahasiswa sebagai generasi milenial mampu membantu mendobrak potensi wisata di daerah masing-masing.

    "Generasi milenial bukan hanya sebagai objek atau pasar utama industri pariwisata, melainkan bisa menjadi subjek atau pelaku industri pariwisata," kata Uu Ruzhanul di Pendopo Tonny Soewandito Kampus Politeknik Negeri Bandung di Jalan Gegerkalong Hilir, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 24 April 2019.

    Salah satu cara yang bisa diterapkan generasi milenial untuk mengembangkan potensi pariwisata, menurut Uu Ruzhanul, adalah menggunakan sistem teknologi informasi atau platform media sosial untuk promosi wisata. "Digital dan pariwisata adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena saling mengikat satu sama lain," kata Uu Ruzhanul.

    Dia menambahkan dua indikator sukses tidaknya pariwisata di suatu daerah. "Pertama, banyaknya wisatawan yang datang ke daerah itu, dan kedua meningkatnya pendapatan asli daerah. Itu kuncinya," kata dia.

    Baca juga:
    Bosan dengan Laut, Intip Wisata Baru Gua Pulau Gam di Raja Ampat

    Pada kesempatan itu, Direktur Politeknik Negeri Bandung. Rachmad Imbang Tritjahjono mengatakan pariwisata di Indonesia adalah potensi ekonomi yang sedang tertidur. "Apabila dibangun akan memberikan potensi ekonomi yang luar biasa," kata Rachmad. Buktinya, dia melanjutkan, ada negara yang kini telah mengambil porsi kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata, misalnya Thailand. Negara Gajah Putih itu mampu bangkit dari krisis ekonomi melalui industri pariwisata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.