Serba Digital di Museum Sejarah Jawa di Bantul

Reporter:
Editor:

Yos Rizal

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa contoh objek tangkapan gambar augmented realty yang menjadi unggulan di museum History of Java yang mulai beroperasi di Yogya awal Desember 2018 ini. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Beberapa contoh objek tangkapan gambar augmented realty yang menjadi unggulan di museum History of Java yang mulai beroperasi di Yogya awal Desember 2018 ini. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta -Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta kini memiliki Museum Sejarah Jawa atau Museum History Of Java di Jalan Parangtritis. Museum ini memiliki daya tarik menampilkan sejarah secara live digital

    Baca: Liburan Akhir Tahun, Yuk Ke History of Java Museum di Jogja

    "Salah satu pintu masuk Bantul adalah jalan Parangtritis. Museum itu bisa menjadi daya tarik Bantul," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo.

    History of Java Museum berlokasi di Jalan Parangtritis Km 5,5 Kecamatan Sewon Bantul Jogja. Museum ini merupakan garapan yayasan D’Topeng Kingdom Foundation yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur. “Museum ini akan mengajak pengunjung mempelajari sejarah khususnya tentang Jawa dengan cara lebih menarik, secara live digital,” ujar Elly T. Halsamer, pendiri D’Topeng Kingdom Foundation beberapa waktu lalu.

    Elly menuturkan, museum ini menampilkan 40 item wahana yang terbagi dalam lima zona. Di sana akan ditampilkan cerita sejarah pulau Jawa dan aneka kebudayaan di dalamnya dengan berbagai medium digital.

    History of Java Museum dilengkapi, antara lain, teknologi augmented reality pada board edukasi, video mapping, hingga arena swafoto bernama Kampung Selfie Mataraman. Ini akan jadi pengalaman mengesankan karena tempat itu dilengkapi fasilitas theater dan 4D theatre.

    "Jadi objek artefak yang ada dalam museum dibalut dengan teknologi modern agar interaktif dan tidak membosankan," ujarnya.

    Elly mencontohkan untuk teknologi augmented reality akan membuat berbagai obyek yang dipelajari tampak hidup. Teknologi ini menggabungkan benda maya dua dimensi dan tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

    Artikel lain: Museum Tani Bantul Terus Melengkapi Koleksi dari Pelosok Jawa 

    Seperti objek Panglima Cheng Ho tak sekedar gambar dua dimensi beserta keterangannya. Melalui bantuan gadget yang terinstal aplikasi penampil augmented reality, sosok panglima itu bisa muncul dalam layar gadget pengunjung sehingga tampak hidup. Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.