Kabupaten Gianyar Raih Predikat Kota Kerajinan Dunia

Reporter:
Editor:

Yos Rizal

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melukis cangkang telur di sanggar Wayan Sadra di Sukawati, Gianyar, Bali (14/4). Penjualan telur dengan aneka lukisan bergaya Bali dan sekitarnya ini biasanya mengalami peningkatan penjualan jelang perayaan Paskah. Putu Sayoga/Getty Images

    Pekerja melukis cangkang telur di sanggar Wayan Sadra di Sukawati, Gianyar, Bali (14/4). Penjualan telur dengan aneka lukisan bergaya Bali dan sekitarnya ini biasanya mengalami peningkatan penjualan jelang perayaan Paskah. Putu Sayoga/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -World Craft Council menetapkan Kabupaten Gianyar, Bali, sebagai kota kerajinan dunia pertama di Indonesia. Gianyar dinilai memiliki industri kerajinan terpanjang di dunia mulai dari Desa Batubulan, Desa Celuk, Pasar Sukawati, Desa Mas, Desa Teges, Peliatan hingga Desa Tegallalang.

    Baca: Karena Alasan Ini, Gianyar Diusulkan Jadi Kota Kerajinan Dunia

    “Bukan itu saja, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah memberikan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis untuk kerajinan Perak Celuk," kata Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla di Gianyar, Senin. "Ini harus dipertahankan.”

    Predikat dan penghargaan sebagai kota kerajinan dunia untuk Kabupaten Gianyar diberikan langsung oleh President World Craft Council (WCC) Asia Facific Region, Ghada Hiijawi Quddumi dan Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla kepada Wakil Bupati Gianyar A.A Gde Mayun didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra.

    Penyerahan penghargaan dunia itu dilakukan di Bali Agung Theatre Show- Bali Safari & Marine Park, Senin. “Kami melihat begitu banyak kerajinan rakyat di kabupaten Gianyar,” ujar Mufidah.

    Dekranas kemudian mengusulkan pembentukan Dekranasda Gianyar dan mengajukan ke World Craft Council agar Gianyar bisa mendapatkan predikat sebagai kota kerajinan dunia. “Proposal itu alhamdulillah diterima oleh World Craft Council. Langsung dibentuk sebuah tim penilai dipimpin langsung oleh sahabat saya Madam Ghada Hiijawi Quddumi dari Kuwait dan meninjau langsung ke Gianyar. Mereka melihat langsung berbagai kerajinan masyarakat kabupaten Bangli,” tutur Mufidah yang mengenakan kebaya warna hijau.

    “Hari ini merupakan penyerahan penghargaan sekaligus predikat Gianyar sebagai kota kerajinan dunia. Kami mengucapkan selamat dan mohon penghargaan ini dipertahankan dan dijadikan modal untuk meningkatkan kerajinan masyarakat Gianyar sehingga meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi mereka,” ia menambahkan.

    World Craft Council (WCC) pertama kali memberikan predikat kota kerajinan dunia pada 2012. Yogyakarta pernah menerima penghargaan dari WCC tapi lebih spesifik kepada kerajinan Batik. Sementara Kabupaten Gianyar menerima predikat dan penghargaan kota kerajinan dunia meliputi semua kerajinan muilai dari produk kerajinan perak, tenun, batik, ukiran kayu, anyaman bambu hingga aksesoris peragaan busana.

    Artikel lain: Di Tegalalang Gianyar, Parade Ogoh-ogoh Digelar Agak Berbeda 

    Setelah acara penyerahan selesai, Istri Wakil Presiden melihat berbagai hasil kerajinan masyarakat Gianyar yang dipamerkan di Bali Safari Marine. Bukan hanya melihat, Mufidah juga memborong berbagai produk kerajinan Gianyar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.