Destinasi Wisata Baru di Tanjungpinang: Kampung Bugis Pelangi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampung Bugis dan Pengantin Terkutuk

    Kampung Bugis dan Pengantin Terkutuk

    TEMPO.COTanjungpinang - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau membenahi Kampung Bugis, salah satu kawasan di pesisir menjadi destinasi wisata baru yakni Kampung Pelangi. Kampung Bugis yang selama kumuh kemudian disulap agar lebih rapi dan menarik wisatawan.

    "Pemerintah membangun jembatan melingkar dan rumah-rumah penduduk dicat warna-warni seperti pelangi," kata Bono, Ketua RT 003 Kampung Bugis. Pengecatan rumah tidak dilakukan sembarangan, melainkan berdasarkan kesepakatan pemerintah dengan penghuni rumah. "Kalau penghuninya setuju, baru boleh dicat. Tak ada paksaan."

    Sejak Kampung Bugis berbenah menjadi Kampung Pelangi, ada saja wisatawan dari dalam dan luar Kota Tanjungpinang yang datang di hari libur atau saat akhir pekan. Mereka menikmati suasana baru di Kampung Bugis yang kini lebih ceria dan menarik.


    Objek wisata kampung pelangi di Kampung Bugis, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. ANTARA

    Beberapa titik di Kampung Bugis menjadi spot wajib untuk berfoto. Roda ekonomi penduduk setempat juga bergerak karena mereka membuka warung yang menjual aneka makanan dan minuman buat wisatawan. Area yang sebelumnya kosong juga dijadikan titik parkir bagi pengunjung yang datang dengan berkendara.

    Seorang petugas parkir di Kampung Bugis, Adi mengatakan, pendapatan dari parkir dan pajak warung dikumpulkan untuk dikelola bersama. "Semua digunakan buat keberlangsungan objek wisata Kampung Bugis," kata Adi.

    Baca juga: Wisata Sejarah Istana Kota Lama di Tanjungpinang Tak Terawat

    Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melibatkan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis untuk mendesain spot-spot wisata Kampung Bugis, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Ada gagasan untuk menambah spot foto di jembatan, misalnya dengan membuat ayunan, menyediakan fasilitas sampan warna warni, dan titik foto lainnya. Tak lupa layanan fotografer dan alat cetak sehingga wisatawan bisa langsung membawa pulang gambar mereka sebagai kenang-kenangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.