Lala Karmela Berbagi Tips Travelling Ramah Lingkungan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Lala Karmela saat menghadiri peluncuran rancangan terbaru jam tangan Titan Edge dan Raga di Grand Indonesia, Jakarta, 30 Juni 2015. Dalam peluncuran jam tangan asal India, koleksi Edge versi maskulin untuk pria dan Raga, garden of Eden bagi wanita. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Lala Karmela saat menghadiri peluncuran rancangan terbaru jam tangan Titan Edge dan Raga di Grand Indonesia, Jakarta, 30 Juni 2015. Dalam peluncuran jam tangan asal India, koleksi Edge versi maskulin untuk pria dan Raga, garden of Eden bagi wanita. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Lala Karmela suka bertualang untuk memaknai waktu luangnya. Lala cenderung memilih wisata alam untuk mengambil jeda dari rutinitas sehari-hari.

    Baca: Demi Film, Lala Karmela Belajar Bahasa dan Tari India

    "Liburan itu memberikan keseimbangan dalam hidup," katanya saat sesi bincang Out Forests and Why Responsible Travel Matter bersama Greenpeace Indonesia dalam kegiatan bertema 'Hutan Bercerita' di Gandaria City Mall, Sabtu, 20 April 2019. Lala membagi tiga jenis menikmati liburan, yakni bersama teman, keluarga, maupun sendiri. "Semua itu tidak bisa dicampur aduk."

    Menurut Lala Karmela, wisata alam mampu membangkitkan energi di dalam dirinya. Dia merekam suasana alam, seperti di pegunungan atau hutan, dan semua itu membuatnya lebih nyaman. "Di kota banyak gangguan, di alam aku merasakan energi yang utuh. Itu hadiah yang sangat besar," katanya.

    Artikel lainnya:
    Berebut Sandaran Tangan di Kursi Tengah Pesawat, Itu Hak Siapa?

    Lala Karmela berbagi tips membawa perlengkapan agar nyaman selama bertualang. Bagi Lala, yang terpenting adalah nol pemborosan. "Bawa barang seperlunya dan siapkan mental," ujarnya. Yang juga penting adalah mengurangi atau lebih baik tidak membawa produk makanan dan minuman yang dikemas dalam bahan plastik, yang bakal jadi sampah saat perjalanan.

    Sikap peduli lingkungan, Lala Karmela melanjutkan, bisa dibangun kapan pun dan di mana pun, termasuk ketika bertualang. "Walau melihat bukan sampah kalian, jangan berhenti di sana. Tapi ikut juga membersihkan," katanya. Jika tindakan itu menjadi kebiasaan, maka akan turut menjaga kelestarian lingkungan. "Kalau dilihat akan menjadi contoh. Kalau menikmati keindahan alam juga sambil menjaga, melestarikan."

    Baca juga: Cara Menghitung Harga Plus - plus di Hotel dan Restoran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.