Sebab Wisata Sejarah Jadi Tren di Kalangan Anak Muda

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memadati pelataran di sekitar Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Selasa, 20 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pengunjung memadati pelataran di sekitar Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Selasa, 20 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisata sejarah dengan cara bekunjung ke museum di Jakarta kian diminati. Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Indonesia, Sri Kusumawati mengatakan tren wisata sejarah semakin bagus karena banyak komunitas yang menawarkan paket wisata yang berhubungan dengan sejarah. "Peminatnya anak-anak muda semua," katanya kepada Tempo di Museum Sejarah Jakarta, Senin, 15 April 2019.

    Baca: Tiket Candi Borobudur Dianggap Kemahalan, Pengelola: Itu Termurah

    Menurut Sri Kusumawati, antusiasme berwisata ke museum-museum di kawasan Kota Tua misalnya, semakin bertambah dalam 5 tahun belakangan. Cara berwisata yang ditawarkan pun sambil berjalan kaki. Dia menganggap arus globalisasi mempengaruhi minat orang-orang sehingga tertarik wisata sejarah ke museum. "Ke museum lebih bisa dibanggakan ketimbang ke mal," ucap dia.

    Suasana pengunjung yang memadati kawasan Kota Tua di Jakarta, 1 Januari 2018. Libur tahun baru 2018 dimanfaatkan warga untuk berwisata di sejumlah lokasi di berbagai daerah. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Sri Kusumawati menuturkan wisata ke museum merupakan salah satu cara untuk mengenal sesuatu hal yang khas dari sebuah kota. Dia mencontohkan, Museum Sejarah Jakarta yang memiliki lanskap ikonik, sehingga memikat orang untuk ingin berkunjung. "Kebetulan tempatnya juga Instagramable. Ini menjadi salah satu destinasi yang diminati," katanya.

    Baca juga: Wisata ke Candi Tertua di Indonesia dari Kerajaan Tarumanegara

    Hanya saja, Sri Kusumawati menambahkan, tidak semua orang berkunjung ke Kota Tua untuk belajar sejarah. "Banyak juga yang datang sekadar bersantai karena lanskapnya menarik untuk difoto," katanya. Banyak juga pengunjung yang melihat bangunan ikonik, barulah mereka ingin tahu apa yang ada di dalamnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.