Naik Becak di Malioboro, Beda Ongkos yang Belanja dan Berkeliling

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengemudi becak di Yogyakarta, Jaku Hadimulyo. TEMPO |  Pribadi Wicaksono

    Seorang pengemudi becak di Yogyakarta, Jaku Hadimulyo. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Becak merupakan moda transportasi yang cocok digunakan jika ingin menikmati suasana Yogyakarta. Lajunya yang perlahan membuat penumpang nyaman dan leluasa melihat pemandangan dari depan dan ke sebelah kanan - kiri. Kamu bisa memulai petualangan wisata di Yogyakarta dari Malioboro.

    Baca: Jangan Terjebak di Warung 'Nuthuk' Saat Travelling ke Malioboro

    Di Malioboro berjejer para pengemudi becak. Mereka begitu ramah dan menawarkan layanan jalan-jalan dengan harga murah. Biasanya, mereka akan meminta bayaran Rp 5.000 saja. Bisa kamu bayangkan jika pekerjaan mengayuh becak hanya dibayar Rp 5.000, padahal uang untuk membeli makan saja bisa lebih dari itu.

    Sebelum menerima tawaran naik becak, ada baiknya kamu memahami apa yang kamu harapkan dari jalan-jalan ini. Kalau perlu, sampaikan kepada pengayuh becak perihal keinginanmu tadi sehingga dia bisa memberikan masukan tempat tujuan dan harga yang disepakati. Jika begini, berkeliling dengan naik becak akan membuat penumpang dan pengemudi becak sama-sama lega.

    1. Naik becak sekaligus membeli oleh-oleh
    Jika kamu ingin naik becak sekaligus mampir ke toko oleh-oleh, sebaiknya sampaikan kepada pengemudi becak sehingga dia bisa memberi tahu dan mengantar ke toko oleh-oleh. Dari toko oleh-oleh itu, biasanya pengemudi becak akan mendapatkan komisi karena membawa tamunya untuk berbelanja. Namun jika penumpang tidak belanja, maka pengemudi becak tak mendapatkan komisi.

    Baca juga: Ke Malioboro Ditawari Naik Becak Rp 5.000, Tega Bayar Segitu?

    Beberapa titik toko oleh-oleh yang dituju pengemudi becak biasanya ke Pasar Beringharjo, pusat oleh-oleh di kampung bakpia Patuk, atau kampung batik Rotowijayan. Pengemudi becak, Jaku Hadimulyo, 65, mengatakan besaran komisi yang diperoleh dari satu kotak bakpia yang dibeli wisatawan yang diantar pengemudi becak sekitar Rp 10 sampai 15 ribu. Jadi, semakin banyak belanja, maka komisi buat pengemudi becak bertambah besar.

    Sebab itu, apabila pengemudi becak mengatakan cukup membayar Rp 5.000 kepada wisatawan, maka cukuplah membayar dengan jumlah tadi. Namun tak ada salahnya kalau ingin memberikan tambahan.

    Becak di kawasan Malioboro Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    2. Naik becak hanya untuk berkeliling
    Dari Malioboro, wisatawan bisa berkeliling naik becak ke Keraton, Taman Sari, dan Taman Pintar. Apabila penumpang hanya ingin naik becak untuk berkeliling tanpa mampir ke toko oleh-oleh, sebaiknya sepakati harga dari awal.

    Untuk penumpang yang hanya minta diantar berkeliling tanpa belanja di kawasan Malioboro, maka tarif yang biasa dikenakan sekitar Rp 20 sampai 50 ribu, tergantung obyek yang dituju. Jaku Hadimulyo mengatakan, pengemudi becak tidak mendapat komisi apapun jika hanya mengantar penumpang berkeliling. "Tapi ini jarang sekali terjadi. Biasanya wisatawan maunya sekalian diantar ke toko oleh-oleh," ucap dia.

    Artikel lainnya:
    Berebut Sandaran Tangan di Kursi Tengah Pesawat, Itu Hak Siapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.