6 Tips Koper di Bagasi Aman dari Skyteam Garuda Indonesia

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria berkaus lengan panjang dan bercelana pendek yang diduga mencuri bagasi penumpang pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta terekam CCTV. Rabu, 23 Mei 2018. Foto: Angkasa Pura II.

    Pria berkaus lengan panjang dan bercelana pendek yang diduga mencuri bagasi penumpang pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta terekam CCTV. Rabu, 23 Mei 2018. Foto: Angkasa Pura II.

    TEMPO.CO, Jakarta - Fasilitas bagasi di pesawat banyak digunakan oleh penumpang yang membawa koper atau barang berlebih. Dari begitu banyak barang yang masuk ke dalam bagasi, terkadang ada saja masalah yang dihadapi penumpang.

    Baca: Tips Hemat Bagasi Pesawat, Ini Kata Senior Manager Skyteam Garuda

    Persoalan yang terjadi saat memanfaatkan layanan bagasi pesawat antara lain koper tertukar, koper terbawa ke penerbangan lain, sampai urusan yang masuk tindak kriminalitas yakni pembobolan koper di bagasi.

    Lantas bagaimana agar koper yang dititipkan di layanan bagasi tetap aman dan tepat sampai tujuan? Berikut ini tips dari Senior Manager Skyteam Station Garuda Indonesia, Ardi S Yacob.

    1. Jenis koper
    Ardi S Yacob menyarankan tidak menggunakan koper dengan ritsleting karena mudah terbuka. Terlebih jika jahitan di sisi di sepanjang ritsleting kurang rapat dan kuat, maka koper bisa jadi terbuka atau mudah dibobol.

    2. Jangan terlalu padat
    "Sebaiknya jangan terlalu padat saat mengisi koper karena akan mudah terkelupas dan terbuka," kata Ardi S Yacob.

    3. Bungkus koper
    Koper yang dimasukkan ke bagasi sebaiknya di-wraping atau dilapisi lagi di bagian luarnya. Layanan wraping sudah tersedia di bandara.

    Baca juga:
    Sebab Dilarang Bawa Barang Lebih dari 7 Kilogram ke Kabin Pesawat

    Selanjutnya: Koper Tertukar, Terbawa ke Pontianak dan Yogyakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.