NYIA Dongkrak Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Candi Borobudur

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menikmati suasana matahari terbit di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 15 Desember 2018. Wisata alam menyaksikan matahari terbit dari candi Borobudur menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Wisatawan menikmati suasana matahari terbit di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 15 Desember 2018. Wisata alam menyaksikan matahari terbit dari candi Borobudur menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bandara baru New Yogyakarta International Airport atau NYIA di Kabupaten Kulonprogo diproyeksi mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur. Bandara NYIA rencananya mulai beroperasi pada akhir April 2019.

    Baca: Tiket Candi Borobudur Dianggap Kemahalan, Pengelola: Itu Termurah

    Direktur Keuangan PT. Taman Wisata Candi (TWC), pengelola Candi Borobudur dan Prambanan, Palwoto mengatakan saat kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur didominasi oleh turis dari Asia, khususnya dari Cina dan Malaysia. "Bandara baru diperkirakan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sekitar 12 sampai 15 persen," kata Palwoto, Kamis 4 April 2019.

    Saat ini trafik kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur setiap tahun, baik domestik maupun mancanegara, berkisar 9 juta orang. Dari jumlah itu, kunjungan wisatawan mancanegara sekitar 600 ribuan orang tiap tahun. "Selain dari Asia, wisatawan mancanegara asal Amerika dan Eropa tetap ada, tapi jumlahnya tak banyak," ujarnya.

    Palwoto menuturkan dengan adanya New Yogyakarta International Airport atau NYIA yang melayani lebih banyak penerbangan langsung, maka wisatawan dari berbagai negara di Amerika, Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Australia, bisa menikmati perjalanan langsung ke Yogyakarta tanpa transit. "Kami sudah menyiapkan banyak hal untuk menyambut kunjungan wisatawan mancanegara seiring target beroperasinya bandara itu," ujarnya.

    Artikel terkait:
    Sebab Candi Borobudur Dianggap Kalah Pamor dari Angkor Wat

    Wisatawan menikmati suasana matahari terbit di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 15 Desember 2018. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Di Candi Borobudur misalnya, saat ini sedang gencar menerapkan konsep go green untuk berbagai aspek pengelolaan sampai moda transportasi di dalamnya. "Tak ada lagi penggunaan bahan bakar dengan timbal untuk moda di Kompleks Candi Borobudur," ujar Palwoto.

    Pengelola Candi Borobudur juga menambah fasilitas pendukung, seperti restoran yang menyediakan lebih banyak menu variatif dari berbagai negara. Adapun di Candi Prambanan, Palwoto melanjutkan, akan memperbanyak atraksi atau pagelaran, selain sendratari Ramayana dan festival Jazz.

    Baca juga: Nikmati Keindahan Candi Borobudur dari Jarak 13 Kilometer

    Juru bicara proyek Bandara NYIA yang juga General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan saat ini proyek bandara New Yogyakarta International Airport mulai diverifikasi oleh Kementerian Perhubungan.

    "Targetnya akhir April sudah ada penerbangan internasional di bandara NYIA," ujarnya. Target pertama bandara NYIA bakal melayani rute penerbangan yang sudah ada lebih dulu, yang selama ini dilayani di Bandara Adisutjipto, yakni Singapura dan Malaysia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?