Tips Hemat Bagasi Pesawat, Ini Kata Senior Manager Skyteam Garuda

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi koper. Shutterstock.com

    Ilustrasi koper. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Tangerang - Bagasi berbayar yang diterapkan sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia saat ini tentu membebani calon penumpang pesawat. Apalagi di tengah harga tiket pesawat yang cukup tinggi seperti sekarang.

    Baca: Penjualan Oleh - oleh Turun 40 Persen Akibat Bagasi Berbayar

    Para penumpang atau pengelola jasa travel bisa menghindari atau setidaknya menghemat biaya bagasi pesawat dengan cara mudah. "Kurangi berat koper," ujar Senior Manager Skyteam Hub Services Bandara Soekarno - Hatta PT Garuda Indonesia, Engeline Yolanda Kardinal kepada Tempo, Sabtu 6 April 2019.

    Ada berbagai cara mengurangi bobot koper atau barang bawaan. Salah satunya dengan jeli memilih bahan koper. Engeline menyarankan pakai koper yang berbahan kain atau softcase yang bobotnya lebih ringan sekaligus bisa membawa barang lebih banyak. "Cari koper yang ringan, yaitu bahan kain dan lebih lentur," katanya.

    Bobot koper dengan bahan kain ini, Engeline melajutkan, tak sampai 1 kilogram. Adapun bobot koper hardcase dan di luar bahan kain lainnya bisa mencapai 3 sampai 5 kilogram. "Itu berat kopernya saja, belum barang bawaan atau isinya," kata Engeline. Saran untuk pemilihan jenis koper ini tak hanya untuk koper yang masuk ke bagasi, namun juga hand carry atau bawaan yang masuk ke dalam kabin pesawat.

    Artikel lainnya:
    Berebut Sandaran Tangan di Kursi Tengah Pesawat, Itu Hak Siapa?

    Selanjutnya: Etika membawa hand carry ke kabin pesawat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.