Jokowi - Iriana Sepayung Berdua, Ini Jajanan saat Mereka PDKT

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden petahana Joko Widodo alias Jokowi (kiri) bersama ibu Iriana Joko Widodo naik becak saat menghadiri  kampanye terbuka di Lapangan Karebosi, Makasar, Ahad, 31 Maret 2019. Jokowi berpesan kepada pendukungnya untuk berbondong-bondong ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilpres 17 April mendatang. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Calon Presiden petahana Joko Widodo alias Jokowi (kiri) bersama ibu Iriana Joko Widodo naik becak saat menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Karebosi, Makasar, Ahad, 31 Maret 2019. Jokowi berpesan kepada pendukungnya untuk berbondong-bondong ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilpres 17 April mendatang. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi memamerkan kemesraannya dengan berpose sepayung berdua dengan sang istri, Iriana Jokowi di akun Instagramnya @Jokowi. Dalam unggahannya itu, Jokowi dan Iriana terlihat kompak mengenakan atasan putih. Iriana menambah aksesn selendang merah di bagian lehernya.

    Baca: Prabowo Suka Unggah Foto Jadul di Instagram, Jokowi?

    Jokowi yang memegang payung berukuran besar itu, mendekap Iriana saat menyeberangi jalanan seusai makan siang di sebuah rumah makan di Tegal, Jawa Tengah. "Sepayung berdua seusai makan siang di sebuah rumah makan di Tegal, Jawa Tengah.

    Presiden Joko Widodo dan istrinya, Iriana Jokowi sepayung berdua/Instagram - Jokowi

    Hujan lebat masih kerap turun di sebagian besar wilayah tanah air hari-hari ini. Hati-hati di jalan bagi Anda yang bepergian," tulis Jokowi pada Jumat 5 April 2019 di Instagram.

    Dalam berbagai kesempatan, Jokowi memang sering menjawab pertanyaan media mengenai kisahnya bersama sang istri tersebut. Salah satu yang juga diceritakannya itu saat ia berbincang-bincang bersama komedian Cak Lontong dalam sebuah unggahan video di channel Youtube pribadinya, Presiden Joko Widodo pada 10 Maret 2019.

    Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi mencicipi semangkok bakso di acara makan bakso 30 ribu porsi di Deltamas, Cikarang, Bekasi, 3 Maret 2019. Tempo/Friski Riana

    Dalam video berdurasi hampir 30 menit itu, Jokowi bercerita kepada Cak Lontong bahwa aktivitas pertama yang ia lakukan saat mendekati sang istri ialah makan bakso. Rupanya, bakso merupakan makanan yang pas kala itu untuk dimakan berdua bersama Iriana Jokowi. “Bakso ini yang pertama pas untuk saya saat itu dan murah. Pas dan murah," kata Jokowi.

    Bakso pun begitu mengena untuk perjalanan kisah kasih Jokowi dan Iriana. Tak heran, dalam suatu kesempatan di Bekasi, Jokowi dan Iriana tidak ingin melewatkan mencicipi bakso pada sebuah acara di Bekasi. Saat itu, bakso dibagikan secara gratis yang disediakan oleh Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) Indonesia.

    Penjual bakso melayani warga yang akan menikmati jajanan gratis di kawasan bundaran HI, Jakarta, Senin 20 Oktober 2014. Jajanan gratis yang disediakan berupa ketoprak, bakso, dan somay dalam rangka menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK. TEMPO/Dasril Roszandi

    Saking semangatnya untuk mencicipi bakso sembari mengingat masa lalu, Jokowi dan Iriana bahkan rela tak makan sebelum datang ke acara tersebut. "Saya senang sekali siang hari ini meskipun dari pagi tadi saya belum makan karena ingin makan bakso bersama bapak ibu dan saudara-saudara semuanya," kata Presiden Jokowi di Lapangan Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu, 3 Maret 2019.

    Baca: Jokowi dan Iriana Berpose Romantis di Malam Minggu, Iri?

    Dalam kesempatan itu pula, Jokowi menyatakan sepakat dengan yang disampaikan Papmiso untuk menjadikan bakso makanan atau kuliner khas Nusantara. "Kita semuanya ingin agar bakso bisa menjadi makanan kuliner khas Indonesia, khas Nusantara, setuju tidak jika kita tetapkan sebagai makanan atau kuliner khas Indonesia?" tanya Jokowi.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | CLARA MARIA TJANDRA DEWI H. | YOUTUBE | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.