Makna Pesta Rakyat Olop-olop Bolon Bagi Masyarakat Batak

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tarian saat Pesta Rakyat Olop-olop Bolon di Pelabuhan Ajibata, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Rabu 3 April 2019. TEMPO | Iiil Askar Mondza

    Tarian saat Pesta Rakyat Olop-olop Bolon di Pelabuhan Ajibata, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Rabu 3 April 2019. TEMPO | Iiil Askar Mondza

    TEMPO.CO, Toba Samosir - Masyarakat dari 3 kecamatan di Kabupaten Toba Samosir menggelar Pesta Rakyat Olop-olop Bolon pada Rabu, 3 April 2019. Ketiga kecamatan yang turut serta dalam pesta rakyat tersebut adalah Kecamatan Ajibata, Kecamatan Bonatua Lunasi, dan Kecamatan Lumban Julu.

    Baca: Pesta Rakyat Kian Marak, dari Tangerang hingga Pematang Siantar

    Pesta Rakyat Olop-olop Bolon yang dipusatkan di Pelabuhan Ajibata, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir diadakan untuk melestarikan dan mengingatkan kembali budaya Batak. "Inti pesta rakyat ini sebagai tanda syukur kepada Tuhan. Jadi supaya kita semua mendapat rahmat Tuhan," ujar Tuan Nanser Sirait, tokoh masyarakat yang juga Ketua Panitia Pesta Rakyat Olop-olop Bolon.

    Tuan Nanser mengatakan budaya Pesta Rakyat Olop-olop Bolon mulai terkikis keberadaan karena jarang dilaksanakan. Menurut dia, generasi muda perlu mengetahui budaya Batak ini beserta ritualnya. Di acara pesta rakyat tersebut dimainkan alat pengiring ritual Tortor, yaitu Gondang Batak.

    Dia berharap Pesta Rakyat Olop-olop Bolon kembali diadakan dan masuk dalam kalender agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir. "Sebaiknya anggaran pesta rakyat ini masuk ke APBD agar bisa berlanjut setiap tahun. Karena ini benar-benar pesta rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat," kata Tuan Naser.

    Tarian saat Pesta Rakyat Olop-olop Bolon di Pelabuhan Ajibata, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Rabu 3 April 2019. TEMPO | Iiil Askar Mondza

    Menanggapi harapan tadi, Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian menyatakan komitmen untuk kembali melaksanakan Pesta Rakyat Olop-Olop Bolon tahun depan. "Biayanya bisa patungan antara pemerintah kabupaten, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba atau BPODT, dan CSR perusahaan," ucap dia.

    Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo mendukung diadakannya Pesta Rakyat Olop-Olop Bolon ke dalam kalender wisata budaya tahunan Danau Toba. Menurut dia, ritual ini mampu menarik wisatawan untuk datang ke Danau Toba sekaligus belajar mengenali budaya Batak.

    "Acara Pesta Rakyat Olop-olop Bolon begitu luar biasa. Ini pertama kali saya lihat Mangalahat Horbo dan sangat bagus acaranya," kata Arie. "Pesta rakyat ini bisa dimasukkan dalam satu paket atraksi kunjungan wisata sehingga perekenomian masyarakat akan terdorong."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.