Malioboro KulineRUN 2019, Habis Lari Lalu Wisata Kuliner

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Hotel Indonesia Natour HIN (Persero) akan menggelar Malioboro KulineRUN 2019, acara lari yang dipadukan dengan festival kuliner di  Yogyakarta, Minggu 7 April 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    PT Hotel Indonesia Natour HIN (Persero) akan menggelar Malioboro KulineRUN 2019, acara lari yang dipadukan dengan festival kuliner di Yogyakarta, Minggu 7 April 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Agenda olahraga lari yang memadukan festival kuliner, Malioboro KulineRUN 2019, akan digelar melintasi kawasan perkotaan Yogyakarta pada Minggu, 7 April 2019. Acara yang digagas oleh PT Hotel Indonesia Natour (Persero) itu hanya membuka 1.500 peserta.

    Baca: Jangan Terjebak di Warung 'Nuthuk' Saat Travelling ke Malioboro

    "Jumlah peserta sudah mendekati target 1500 orang," ujar Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour HIN (Persero), Iswandi Said Rabu 27 Maret 2019. Dia menjelaskan, ribuan peserta itu akan diajak berlari melalui jalan utama kota gudeg sambil menikmati pemandangan bangunan peninggalan sejarah kemudian diakhiri dengan berbagai hiburan dan sajian kuliner khas Yogyakarta.

    Start dan finish di Hotel Inna Garuda Malioboro Yogyakarta. Acara lari ini terbagi menjadi tiga nomor, yakni 2,5K (2500 meter), 5K (5000 meter), dan 10K (10000 meter). Rute nomor 2,5K adalah Grand Inna Malioboro - Jalan Malioboro - Jala Jend. Ahmad Yani - Titik Nol Kilometer - Jalan Senopati - Jalan Dr Mayor Suryotomo - Jalan Mataram - Jalan Abubakar Ali - Grand Inna Malioboro.

    Adapun rute 5K yakni Grand Inna Malioboro - Jalan Malioboro - Jalan Jend Ahmad Yani - Titik Nol Kilometer - Jalan Senopati - Jalan Sultan Agung - Suryopranoto - Puro Pakualaman - Jalan Masjid Pakualaman - Jalan Gajah Mada - Jalan Juminahan - Jalan Mataram - Jalan Abubakar Ali - Grand Inna Malioboro.

    Rute 10K mulai dari Grand Inna Malioboro - Jalan Malioboro - Jalan Jend Ahmad Yani - Titik Nol- Jalan KH. Ahmad Dahlan - Jalan Wahid Hasyim - Jalan MT Haryono - Jalan Suryo Pranoto - Puro Pakualaman - Jalan Masjid Pakualaman - Jalan Gajah Mada - Jalan Juminahan - Jalan Mataram - Jalan Abubakar Ali - Grand Inna Malioboro.

    Seusai berlari, menurut Iswandi, para peserta bisa menikmati berbagai sajian kuliner khas Yogyakarta yang disediakan di stand halaman hotel Inna Garuda hingga pinggir jalan Malioboro. Kuliner khas yang dia maksud termasuk jajanan pasar yang mungkin sudah jarang ditemui karena hanya ada di pasar tradisional atau saat momentum tertentu.

    Salah satu jajan pasar yang sudah jarang dijumpai adalah clorot atau kue tradisional berbahan tepung beras dengan santan yang dibungkus dengan janur atau daun kelapa muda berbentuk kerucut. Ada juga camilan gatot yang terbuat dari singkong dan teksturnya kenyal serta tiwul yang menggunakan bahan baku singkong.

    Baca juga: Merti Malioboro Digelar, Ada Dhahar Kembul Puluhan Tumpeng

    "Kami mengundang pedagang di desa-desa di Yogyakarta untuk meramaikan dan berjualan dalam acara ini. Booth untuk UMKM juga tidak dikenakan biaya," kata Iswandi. "Setiap peserta lari akan mendapatkan voucher yang bisa ditukarkan dengan kuliner pilihannya."

    Iswandi menuturkan acara ini digelar untuk mendongkrak program pariwisata dengan mengangkat kearifan Iokal dalam bentuk sajian kuliner dan budaya Yogyakarta. Rencananya agenda serupa juga akan diadakan di Medan, Padang, Surabaya, dan Bali.

    Di acara Malioboro KulineRUN 2019 ini, panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai senilai Rp 50 juta dan berbagai hadiah hiburan. Adapun biaya pendaftarannya Rp 125 ribu untuk kategori 2,5K; Rp 150 ribu untuk kategori 5K; dan Rp 175 ribu untuk 10K. Selain voucher kuliner, para peserta akan mendapat jersey, medali, e-sertifikat, dan BIB number chip.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.