Gunung Bromo Semburkan Abu Vulkanik, Wisatawan Sebaiknya Bawa Ini

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Bromo dilihat dari ketinggian, Jawa Timur, Selasa, 1 Oktober 2013. Lokasi yang kerap dijadikan pilihan wisatawan untuk berkunjung merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Diketahui Gunung Bromo telah meletus sebanyak 68 kali. Terakhir pada Minggu, 10 Januari 2016. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Gunung Bromo dilihat dari ketinggian, Jawa Timur, Selasa, 1 Oktober 2013. Lokasi yang kerap dijadikan pilihan wisatawan untuk berkunjung merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Diketahui Gunung Bromo telah meletus sebanyak 68 kali. Terakhir pada Minggu, 10 Januari 2016. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Probolinggo - Gunung Bromo menyemburkan abu vulkanik tipis dalam beberapa hari terakhir. Meski begitu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyatakan kawasan Gunung Bromo masih aman dikunjungi wisatawan.

    Baca: 4 Alasan di Puncak Gunung Bromo Harus Sore, Kenali B29 dan B30

    Kepala Seksi Wilayah I Balai Besar Bromo Tengger Semeru Sarmin mengatakan dalam dua hingga tiga hari terakhir, Gunung Bromo mengeluarkan debu tipis. "Situasi di lapangan masih kondusif. Kami mengamankan radius yang telah ditentukan, yakni satu kilometer untuk batas amannya," kata Sarmin.

    Mengenai jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, menurut Sarmin, saat ini bukan dalam kondisi puncak. Jumlah kunjugan wisatawan yang ada juga masih dalam dalam kondisi normal dan mereka diharapkan tetap mengikuti arahan petugas. Abu vulkanik tipis itu juga tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Status Gunung Bromo juga belum mengalami perubahan yakni, pada level II atau waspada.

    Sarmin menambahkan, para pengunjung destinasi wisata Gunung Bromo masih bisa menikmati keindahan alam dari Penanjakan, Pasir Berbisik, Bukit Teletubis, dan Seruni Poin. Hanya saja, para pengunjung yang berada di laut pasir diimbau untuk menggunakan masker dan pelindung mata.

    "Tidak perlu kuatir sepanjang mengikuti batas yang kami tentukan. Yang penting waspada," kata Sarmin. "Pengunjung lebih aman memakai masker, topi untuk mengantisipasi sewaktu ada putaran debu tipis itu."

    Baca juga: Ini 10 Destinasi Prioritas Homestay Desa Wisata, Bromo Termasuk

    Hingga saat ini pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyatakan belum ada informasi gangguan penerbangan akibat semburan abu vulkanik Gunung Bromo tersebut. Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut, yang terletak di Jawa Timur.

    Gunung ini memiliki kawah dengan garis tengah 800 meter dari arah utara ke selatan, serta 600 meter dari timur ke barat. Gunung Bromo berada di empat wilayah yakni Kebupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.