Nikmatnya Minum Kopi Bareng The Beatles dan Katon di Stasiun Tugu

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para barista sendang meraih kopi di acara Ngopi Bareng KAI di Stasiun TUGU Yogyakarta,  Senin, 11 Maret 2019. Ngopi gratis selama dua hari hanya dengan menunjukkan KAI Access bisa dapat satu gelas kopi. (TEMPO/M Syaifullah)

    Para barista sendang meraih kopi di acara Ngopi Bareng KAI di Stasiun TUGU Yogyakarta, Senin, 11 Maret 2019. Ngopi gratis selama dua hari hanya dengan menunjukkan KAI Access bisa dapat satu gelas kopi. (TEMPO/M Syaifullah)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Para penggemar kopi dimanjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Selama dua hari ada ngopi gratis 50 ribu cup di banyak stasiun kereta api, Senin dan Selasa, 11 dan 12 Maret 2019.

    Baca juga:Nongkrong Pagi di Kopi Kong Djie, Belitung

    Khusus di Stasiun Tugu Yogyakarta ngopi bareng ini juga disuguhi band lokal rasa The Beatles,  grup musik legendaris era  enampuluhan dan tujuhpuluhan di hari pertama. Di hari kedua tampil Katon Bagaskara,  penyanyi kondang tanah air.

    “Melihat antusiasme masyarakat terhadap gelaran festival Ngopi Bareng PT  KAI jilid 1 dan 2 di tahun 2018 lalu yang begitu tinggi, PT Kereta Api Indonesia kembali menggelar acara serupa dengan tagline Ngopi Bareng KAI #3 - Enjoy Your Journey With Indonesian Coffee,” kata Eko Purwanto,  Kepala Daerah Operasi 6 PT Kereta Api Indonesia, Senin, 11 Maret 2019.

    Lantunan lagu-lagu The Beatles dibawakan oleh De Masta Band asal Yogyakarta.  Seperti lagu Mr Moonlight,  I Wanna Hold Your Hand, juga lagu Ticket to Ride membuat suasana di sisi selatan stasiun Tugu sangat meriah.

    Ia menyebut, program ini diselenggarakan selama dua hari yaitu Senin-Selasa, 11-12 Maret 2019 dan dibuka oleh Direktur Komersial KAI, Dody Budiawan, di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Palembang.
    Kepala Daop 6 PT Kereta Api Indonesia Eko Purwanto dan penggerak kopi asal Papua memperagakan racikan kopi di acara Ngopi Bareng KAI di Stasiun Tugu Yogyakarta, Senin, 11 Maret 2019. Ngopi gratis ini juga dimeriahkan oleh band lokal dan Katon Bagaskara (TEMPO/M Syaifullah)
    Pada Ngopi Bareng KAI jilid 2 tahun lalu, KAI mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Indonesia dengan predikat sebagai "Pemrakarsa dan Penyelenggaraan Pembagian Kopi Terbanyak di Kereta Api dan Stasiun”.  

    Pada Ngopi bareng tahun ini, masyarakat dan penumpang kereta api dapat menikmati kopi gratis yang KAI siapkan sebanyak total 50.000 cup di 17 stasiun di 15 kota dan di 36 nama kereta api. Ketujuh belas stasiun tersebut adalah Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Palembang, Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Jember, Medan, Padang, dan Tanjung Karang.

    Untuk menyuguhkan kopi gratis di stasiun dan kereta api, KAI bekerja sama dengan Komunitas Kopi Nusantara merangkul 200 barista lokal profesional yang meramu dan menyuguhkan kopi gratis kepada para pecinta kopi di stasiun dan di kereta api jarak jauh dan menengah.

    “Masyarakat dan penumpang kereta api yang ingin mendapatkan kopi gratis ini cukup menunjukkan aplikasi KAI Access yang sudah terinstall dan terdaftar di ponselnya kepada petugas di area festival di stasiun dan di kereta api,” kata dia.

    Beata Kukenum Itul, pembuat kopi asal Pegunungan Bintang, Papua ikut serta meramaikan acara ini. Ia menyebut sangat senang bisa ikut menyuguhkan kopi bagi para penggemar kopi di stasiun. “Ini pertama saya ikut dengan menyuguhkan kopi asli Papua,” kata dia.

    Di stasiun Tugu Yogyakarta,  ada sebanyak 30 stan kopi dari berbagai daerah di Indonesia.  Masyarakat bisa menikmati kopi yang disediakan gratis hanya dengan menunjukkan aplikasi KAI Access,  aplikasi untuk pemesanan tiket kertas api secara daring.

    Baca juga: 4 Alasan, Kenapa Seseorang Beli Kopi Setiap Hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.