Ribuan Warga NTT Tumpah ke Jalan Kenakan Sarung Tenun

Reporter:
Editor:

Yos Rizal

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekelompok penenun sedang membuat tenun ikat dalam Festival Tenun Ikat di kota Waikabubak, Sumba Barat NTT, 8 Juli 2017. Keahlian membuat kain tenun biasanya diturunkan secara turun-temurun. ANTARA/Kornelis Kaha

    Sekelompok penenun sedang membuat tenun ikat dalam Festival Tenun Ikat di kota Waikabubak, Sumba Barat NTT, 8 Juli 2017. Keahlian membuat kain tenun biasanya diturunkan secara turun-temurun. ANTARA/Kornelis Kaha

    TEMPO.CO, Kupang - Sebanyak 10 ribu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriahkan festival sarung tenun yang digelar Pemerintah Provinsi NTT saat Car Free Day (CFD), Sabtu, 2 Maret 2019.

    Baca juga: NTT Gelar Festival Sarung Tenun, Jangan Pakai Batik 

    Ribuan warga memadati jalan El Tari sepanjang sekitar 1 kilometer dengan mengenakan sarung tenun dari daerah asal masing-masing. Mereka mulai memadati sepanjang jalan El Tari sejak pukul 05.00 Wita.

    Festival yang mengangkat tema "Sarung Tenun NTT Identitas Budaya, Pemersatu Bangsa" ini dibagi dalam empat spot di sepanjang jalan itu. Warga yang datang ke CFD diwajibkan menggunakan sarung tenun ikat.

    Kegiatan yang digelar pada Festival itu, antara lain tarian massal Flobamora, Gawi, Dolo-dolo, Ja'i, dan Tebe yang diperankan sebanyak 1.800 siswa "Ada juga aneka makanan tradisional yang dijajakan untuk warga yang datang," kata Ketua Dekranasda NTT, Julie Laiskodat di sela-sela festival itu.

    Festival ini digelar agar warga NTT bisa mencintai kain tenun ikat dari daerah ini yang sangat beragam. Agustina, salah satu warga mengaku sangat mendukung festival itu, sehingga warga NTT bisa mempertahankan entitas budayanya melalui tenun ikat. "Kegiatan yang sangat prositif. Saya bangga menggunakan sarung tenun," kata Agustina yang mengenakan sarung tenun asal Kabupaten Ngada.

    Artikel lain: Tenun Ikat Sikka Berpeluang Masuk Pasar Mode Dunia

    Festival sarung tenun ikat khas NTT ini akan dijadikan festival tahunan oleh Pemerintah provinsi NTT. Festival itu diharapkan dapat menarik perhatian dari wisatawan mancanegara untuk berpartisipasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.