Sambut Nyepi, Umat Hindu Yogyakarta Siapkan Serangkaian Prosesi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses pembuatan Ogoh-ogoh yang nantinya dipakai dalam prosesi perayaan Nyepi di Yogya. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Proses pembuatan Ogoh-ogoh yang nantinya dipakai dalam prosesi perayaan Nyepi di Yogya. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Umat Hindu di Yogyakarta akan menggelar serangkaian kegiatan menyambut perayaan Hari Raya Nyepi Tahun baru Saka 1941 yang jatuh Kamis, 7 Maret 2019. Rangkaian kegiatan dalam menyambut semarak perayaan Nyepi tersebut bakal diiisi dengan berbagai ritual keagamaan, kesenian, hingga aksi sosial.

    Baca: Nyepi, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

    Mengusung tema 'Melalui Catur Berata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019', umat Hindu di Yogyakarta ingin berkontribusi menurunkan tensi politik jelang pemilu 2019 ini.

    "Dengan tensi politik jelang pemilu yang makin tinggi ini, kami  mengajak umat kembali hening bersama, menurunkan suhu politik agar pelaksanaan pemilu 2019 April juga berjalan aman, penuh persatuan," ujar Ketua Umum Perayaan Nyepi Tahun Saka 1941 DIY, I Made Astra Tanaya, Kamis, 28 Februari 2019.

    Rangkaian ritual Nyepi itu di Yogya telah dimulai dengan prosesi Matur Piuning Minggu, 17 Februari 2019, yang dilaksanakan di Tugu Pal Putih Yogyakarta dan Candi Prambanan. Lalu pada Selasa, 19 Februari 2019 dilanjutkan prosesi Ngelinggihan Dewi Tarpini di Pura Jagatnatha Banguntapan, kemudian pada Selasa, 5 Maret nanti dilanjutkan dengan ritual Mapepade Nyukat Karang di Pura Jagatnatha Banguntapan.

    Pada Minggu, 3 Maret 2019, akan digelar upacara Melasti atau labuhan sebagai simbol untuk pembersihan di pantai selatan Yogya. Kemudian pada Rabu, 6 Maret 2019, dilaksanakan upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan.

    Tepat pada hari H Nyepi, Kamis, 7 Maret merupakan pergantian Tahun baru Saka 1941. Pada saat itu, umat Hindu akan melaksanakan Brata Penyepian di rumah masing-masing.

    Ada empat brata yang harus dilakukan pada saat Nyepi yakni amati karya (tidak bekerja), amati geni (tidak menyalakan api). Dalam hal ini mematikan hawa nafsu), amati lunga (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak menikmati hiburan).

    "Dengan brata penyepian, diharapkan manusia akan terlahir kembali suci, sehingga mampu menjaga hubungan harmonis antar sesama, dengan Tuhan dan dengan lingkungan," kata Sekretaris Panitia Nyepi Yogyakarta, I Wayan Ordiyasa.

    Panitia Nyepi Yogyakarta juga menggelar kegiatan bertajuk Girikerti atau memelihara gunung pada Minggu, 3 Maret. Kegiatan ini diisi dengan penanaman pohon dan pelepasan hewan ke kawasan lereng Gunung Merapi.

    "Setelah melaksanakan Brata Penyepian, tiba saatnya umat Hindu melaksanakan Darma Santi," ujarnya.

    Darma Santi menjadi rangkaian penutup dari rangkaian kegiatan Nyepi yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 23 Maret di Kantor Kepatihan Gubernur DIY. "Disini akan dilakukan tradisi saling maaf-memaafkan sehingga tidak ada lagi rasa benci, juga marah antar umat," ujarnya.

    Baca: Nyepi, Kunjungan Wisatawan ke Lombok Melonjak



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.