Pesona Gunung Tambora di Mata Atlet Lari William Binjai

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pendaki melihat kawah dari puncak Gunung Tambora, Bima, NTB, 12 Maret 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Seorang pendaki melihat kawah dari puncak Gunung Tambora, Bima, NTB, 12 Maret 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gunung Tambora, ternyata banyak menjadi kenangan manis, terutama bagi mereka yang pernah mendakinya. Atlet lari ultra maraton William Binjai, misalnya, yang pernah mengikuti Tambora Challenge 2018, lintas Sumbawa 320 kilometer, punya kisah seru soal gunung yang ada di Pulau Sumbawa ini. 

    Baca juga:Menyaksikan Keindahan Alam Sumbawa Lewat Festival Pesona Tambora

    Bukan sekadar karena dirinya menjadi pelari pemecah rekor waktu finish tercepat, dalam waktu 62 jam 26 menit. Tapi juga karena pemandangan alam Pulau Sumbawa yang menjadi lintasan ultra maraton tersebut.

    "[Penduduknya] Ramah tamah dari interaksi penduduk lokal di desa-desa," katanya, pada acara Launching dan Talkshow Tambora Challenge 2019 Lintas Sumbawa 320K, di Jakarta, Minggu, 24 Februari 2019

    Menurut dia saat menyusuri Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pemandangan pantai dan sabana menyegarkan dirinya saat berlari. Selain itu juga ia menyukai hamparan ladang jagung, serta kuda dan sapi yang berkeliaran di sabana.

    "Seninya di sana, jadi bisa agak relaks, tidak cuma lari mengejar," tuturnya.

    William menceritakan saat dirinya berada di 160 kilometer menjelang finish, tantangan lintasan naik turun bukit. Di kawasan inilah ia mengatur energi sambil menikmati pemandangan sabana. Kemudian pemandangan pantai yang menurut dia memikat saat berada di lokasi 20 kilometer sebelum finish.

    "Kalau pengalaman lari berbeda-beda, ya sebagai piknik juga," katanya.

    Saat tiba di garis finish, letaknya di kawasan lereng Gunung Tambora, sabana Doro Ncanga, Dompu, sensasi yang menurut dia paling menyegarkan. William tiba sekitar pukul 05.30 Wita menjelang matahari terbit.

    "Bagus banget pemandangan Gunung Tambora dan padang sabananya, matahari pelan-pelan kelihatan muncul. Itu aku belum pernah melihat di tempat lain," tuturnya.

    Artikel Lain: Di Tambora, Pendakian Bisa Dilakukan dengan Kendaraan Bermotor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.