Ada Katumbiri di Bogor Street Festival 2019, Apa Artinya?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus wisata Uncal Kota Bogor meluncur dari rumah dinas Walikota Bogor, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, 31 Desember 2016. ANTARA/Arif Firmansyah

    Bus wisata Uncal Kota Bogor meluncur dari rumah dinas Walikota Bogor, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, 31 Desember 2016. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bogor Street Festival (BSF) 2019 yang akan digelar pada 19 Februari 2019 merupakan ajang kegiatan budaya yang merupakan warisan bangsa Indonesia, kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

    Baca juga: Festival Tunggul Kawung, Andalan Kota Bogor Menutup Tahun 2018

    "Kegiatan Bogor Street Festival yang juga memperingati Cap Go Meh bukan acara keagamaan, tapi kegiatan budaya," kata  Bima Arya Sugiarto, di Bogor, Kamis.

    Ia mengatakan, acara tahunan yang memiliki slogan `Ajang Budaya Pemersatu Bangsa` itu ditambahkan dia menjadi `Ajang Budaya Pemersatu Bangsa dari Bogor untuk Indonesia`.

    Alasannya Bima menjelaskan, bangsa ini tengah diuji dalam konteks kebersamaan dalam keberagamaan.

    Ia mengatakan, banyak kelompok yang tidak berani menyuarakan keberagamaan dengan hitung-hitungan politik.

    "Padahal warisan dari bangsa kita turun-temurun kebersamaan dan keberagaman. Kalau tidak tegas dan kalau dikuasai oleh kelompok intoleran, mau dibawa ke mana Kota Bogor kita, dan negara kita, apa lagi dibawa ke politik," tegas Bima Arya.

    Untuk itu ia menegaskan lagi kegiatan Bogor Street Festival 2019 bebas dari keagamaan dan tidak bicara politik, tapi berbicara tentang keberagamaan.

    "Secara keseluruhan budaya warisan bangsa perlu kita jaga. Buktinya kita kawal bersama-sama. Bahkan acara ini akan dihadiri Pak Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil, Pangdam, dan Kapolda Jawa Barat," tutur dia.

    Ketua Pelaksana Bogor Street Festival Pesta Rakyat CGM 2019, Arifin Himawan mengatakan acara tahunan ini selalu dinantikan ribuan warga Kota Bogor yang berlangsung di sepanjang Jalan Suryakencana.

    "Acara ini kita mengambil tema kemasan `Katumbiri`  yang mengandung nilai keindahan dalam keberagaman," jelas Arifin Himawan.

    Dijelaskannya Katumbiri dari bahasa Sunda yang berarti pelangi, diharapkan dapat menjadi semangat bersama warga Bogor untuk Indonesia dalam merawat keberagaman. "Berbeda dari tahun lalu, aksi budaya yang menampilkan berbagai bentuk seni budaya yang unik, ini akan disuguhkan pada malam hari," ujarnya.

    Baca juga: Jokowi Suka Kuliner, Intip Makanan Bogor yang jadi Favoritnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.