Napak Tilas 500 Tahun Magelhaens akan Digelar di Kota Tidore

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tarian Medley Folklore Nusantara yang akan ditampilkan dalam peringatan Circumnavigation Magelhaens atau Napak Tilas 500 Tahun Perjalanan Keliling Dunia Magelhaens. (Istimewa)

    Tarian Medley Folklore Nusantara yang akan ditampilkan dalam peringatan Circumnavigation Magelhaens atau Napak Tilas 500 Tahun Perjalanan Keliling Dunia Magelhaens. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Peringatan 500 tahun Circumnavigation Magelhaens atau Napak Tilas Magelhaens saat ini semakin dimatangkan di Indonesia. Kota Tidore di Maluku Utara akan menjadi pusat kegiatan tersebut di Indonesia, yang juga dilakukan di 12 negara.

    Tidore menjadi satu dari 23 kota yang dimasukkan dalam Global Network Magelhaens Cities (GMNC), dan bakal disinggahi kapal-kapal yang dilibatkan dalam Circumnavigation Magelhaens.

    Ajang kebudayaan dan maritim internasional ini dimulai dari Sevilla, Spanyol pada September 2019 dan berakhir di Tidore pada November 2021.

    “Salah satu hasil keputusan pertemuan terakhir di Sevilla, kami didaulat menjadi tuan rumah meeting GNMC berikutnya. Rencananya itu akan kami gelar pada 24-27 Juli mendatang,” ujar Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Hendardji Soepandji saat peringatan HUT Ke-2 KSBN di Museum TMII, Jakarta Timur, Minggu (10/2).

    KSBN adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang dibentuk Hendardji pada 10 Februari 2017, dengan tujuan mengembangkan dan mempromosikan seni budaya nusantara di dalam negeri maupun manca negara. Organisasi ini menjadi motor kegiatan Napak Tilas Magelhaens di Indonesia.

    Hendardji menambahkan bahwa peringatan Napak Tilas 500 Tahun Magelhaens nanti juga akan menjadi momen pertukaran kebudayaan 12 negara anggota GNMC. Sebab, 265 kru di tiga kapal yang mengikuti Napak Tilas Magelhaens itu akan menyajikan seni budaya masing-masing saat 40 hari berada di Indonesia. Bahkan, pada momentum itu, KSBN juga akan memperjuangkan Bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional.

    “Semua itu akan diujicobakan saat pertemuan di Jakarta dan Tidore nanti. Para anggota GNMC akan belajar seni budaya Maluku Utara yang akan dipertunjukkan saat tiba di Indonesia. Sementara masyarakat Maluku Utara akan membawakan tarian Spanyol sebagai bentuk penghormatan kepada rombongan,” kata Hendardji.

    Pentas seni yang akan disajikan pada pertemuan anggota GNMC maupun saat peringatan Napak Tilas Magelhaens nanti akan disimulasikan saat HUT Ke-2 KSBN di Museum Indonesia TMII Jakarta, Minggu 10 Februari. Salah satunya penampilan tarian Medley Folklore Nusantara yang menggabungkan tarian nusantara dengan tarian mancanegara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.