Menjaga Manuskrip Kuno, Ini yang Dilakukan Keraton Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keraton Yogyakarta. (TEMPO)/Pribadi Wicaksono

    Keraton Yogyakarta. (TEMPO)/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Keraton Yogyakarta menyatakan sejak Maret 2018, Raja Keraton Yogya Sri Sultan Hamengku Buwono X telah menjalin kerja sama dengan British Library di London untuk mulai mendigitalisasi naskah-naskah kuno milik Keraton Yogyakarta yang hilang selama masa penjajahan.

    Baca juga: Ungkap Naskah Hilang, Keraton Yogyakarta Gelar Simposium

    “Saat ini sudah ada sebanyak 75 manuskrip kuno yang telah dikembalikan British Library kepada Keraton dalam bentuk digital,” ujar putri bungsu Sultan HB X yang juga kepala divisi kebudayaan atau Penghageng Widyo Budoyo Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Bendoro Jumat 8 Februari 2019.

    Manuskrip itu rencananya akan dikumpulkan dan disimpan di sebuah perpustakaan digital khusus manuskrip yang disiapkan Keraton agar lebih mudah diakses masyarakat luas.
    GKR Bendoro. (TEMPO/Pribadi Wicaksono)
    Bendoro menuturkan salah satu manuskrip penting yang hilang seperti naskah yang berkisah tentang kepemimpinan Hamengku Buwono (HB) I. Naskah itu akhirnya dapat dilacak dan ditemukan di British Library.

    Bendoro tak mengungkap sebenarnya berapa pastinya naskah kuno Keraton yang kini tengah diburu agar bisa kembali itu.

    Pihaknya menyatakan dari kerjasama seperti dengan British Library itu bisa menjadi titik awal mendapatkan lagi manuskrip Keraton yang sudah tersebar di negeri seperti Belanda, Inggris, dan negara lainnya itu.

    Bendoro menuturkan saat ini total ada 600 naskah kuno yang tersimpan di Keraton Ngayogtakarta. Sebanyak 400 naskah berisi tentang pemerintahan berada di Perpustakaan Widyo Budoyo dan 200 naskah tentang kesenian di Perpustakaan Krido Mardowo Keraton Yogyakarta.

    Ia mengungkapkan tidak semua manuskrip bisa diakses masyarakat karena ada beberapa yang memang sifatnya rahasia dan hanya bisa diakses kalangan Keraton.

    “Dari manusrkip kuno yang telah didigitalisasi itu, sebanyak kurang lebih 10 persennya akan dipamerkan dalam peringatan 30 tahun bertahtanya Sultan HB X,” ujarnya.

    Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar peringatan 30 tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X bertakhta berdasarkan tahun Masehi yang jatuh tanggal 7 Maret 2019 mendatang.

    Peringatan bertajuk Tingalan Jumenengan Dalem atau Ulang Tahun Kenaikan Takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X itu akan digelar di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran Keraton mulai tanggal 7 Maret-7 April 2019.

    Naskah-naskah fisik yang akan dipamerkan merupakan koleksi keraton warisan Sri Sultan Hamengku Buwono V.Naskah yang dipamerkan antara lain babad, serat, dan cathetan warni-warni dari perpustakaan keraton, KHP Widyabudaya.

    Sementara teks-teks bedhaya, srimpi, dan pethilan beksan, serta cathetan gendhing berasal dari koleksi KHP Kridhamardawa.

    Berbagai koleksi dari Museum Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat juga turut dipamerkan untuk mendukung visualisasi naskah.

    Baca juga: Keraton Yogyakarta Gelar Pameran Naskah Kuno, Catat Tanggalnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.