Cari Inspirasi, Bastian Steel Liburan! Di mana Tempat Favoritnya?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bastian Steel. instagram.com

    Bastian Steel. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu cara Bastian Steel mencari inspirasi saat menulis lirik lagu adalah liburan. Kemana tempat liburan favorit sosok yang sukses menggelar pertunjukan bertajuk “A Decade in Concert” , tanda 10 tahun ia berkarya di industri musik Indonesia ini?

    Baca juga: Festival Pesona Bau Nyale di Lombok, Ayo Tangkap Cacing Laut

    “Lombok selalu menjadi tempat liburan favorit saya. Beberapa kali ke sana dan selalu ingin kembali lagi,” kata pelantun lagu “Surat Izin Mencinta”.

    Sembari mencari inspirasi dalam menulis lirik lagu, mantan pacar Chelsea Islan ini berlibur ke Lombok sekitar satu minggu.

    Lombok selalu menjadi tempat liburan favorit saya. Beberapa kali ke sana dan selalu ingin kembali lagi,” kata pelantun lagu “Surat Izin Mencinta”.

    Kedatangannya ke Lombok menjadi yang pertama bagi Bastian setelah bencana gempa bumi mengguncang pulau yang menyimpan banyak pesona wisata nan menarik.

    “Ternyata Lombok mulai berubah meskipun wisatawan yang datang berkurang dari biasanya. Saya tegaskan Lombok sudah aman untuk dijadikan tempat liburan,” beri tahu pemain film Kesempatan Keduda.

    Penyanyi yang hobi melakukan snorkeling di laut ini memiliki tempat-tempat favorit di Lombok seperti Pantai Selong Belanak, Pantai Kuta, dan dataran tinggi Sembalun yang tepat berada di kaki Gunung Rinjani.

    “Saya juga sempat menyeberang ke Gili Trawangan,” ceplosnya.

    Ada beberapa barang bawaan yang wajib dan penting untuk ia bawa saat traveling.

    “Yang penting harus membawa cukup pakaian dan ponsel,” cerita Bastian yang menyesuaikan model pakaian yang ia bawa dengan tempat wisata yang mau didatangi. “Jangan sampai salah kostum,” sergah Bastian Steel sambil tertawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.