Imlek di Mal Kota Kasablanka: Pasar Tahoen Baroe & Voucher Makan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa dagangan di miniatur pasar lawas dalam rangkaian perayaan Imlek di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    Beberapa dagangan di miniatur pasar lawas dalam rangkaian perayaan Imlek di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang Tahun Baru Cina atau Imlek, sejumlah pusat perbelanjaan menggelar serangkaian acara untuk memeriahkannya. Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia bersama pengelola Mal Kota Kasablanka menyuguhkan Pasar Tahoen Baroe dan memberikan berbagai voucher makan bagi pengunjung.

    Baca: Pentas 7 Karakter Babi Lucu Sambut Imlek di Mall Ciputra Jakarta

    Beberapa agenda di Pasar Tahoen Baroe antara lain fashion show, barongsai, wayang potehi, Tarian Seribu Tangan, Shanghai Jazz, Rampak Gendang, Liong Dance, Monkey King Costum Parade, Drama Musik oleh Koko Cici Jakarta, Angklung Peranakan, Gambang Kromong, dan Tari Lenggang Nyai. Ketua Umum Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia, Andrew Alister Susanto mengatakan acara ini berlangsung mulai Kamis, 31 Januari 2019 sampai Minggu, 24 Februari 2019.

    Pemilik Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, Azmi Abubakar mengatakan Imlek di Indonesia bukan hanya dirayakan oleh orang Tionghoa. "Imlek menjadi perayaan bagi bangsa Indonesia karena semua orang menikmati keramaian," katanya Azmi Abubakar saat menghadiri pembukaan acara rangkaian perayaan Imlek di Mal Kota Kasablanka, Kamis, 31 Januari 2019.

    Azmi menceritakan, perayaan Imlek identik dengan pasar karena menjadi pusat aktivitas keramaian. "Dulu sekitar 1850-an, namanya Pasar Malam. Imlek menjadi waktu perjumpaan dengan saudara yang lama tidak bertemu," katanya.

    Baca juga: Imlek, Tilik Potensi Wisatawan Tiongkok di Indonesia

    Sebelum 1965, perayaan Imlek juga dirayakan oleh selain masyarakat Tionghoa. Namun selama rezim Orde Baru, Imlek tidak diakui. Baru saat Abdurrahman Wahid menjadi presiden, kata Azmi Abubakar, Imlek kembali dirayakan sampai sekarang dan semakin semarak.

    Miniatur pasar lawas dalam rangkaian perayaan Imlek di Mal Kota Kasablanka, Kamis, 31 Januari 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    Menurut dia, Imlek juga memiliki potensi wisata yang memberikan keuntungan ekonomi. "Pasar menjadi hidup. Kue bisa diproduksi ibu rumah tangga," ujarnya. Ditambah lagi dengan lamanya durasi perayaan tahun baru Cina yang sampai Cap Go Meh, yakni 15 hari setelah Imlek.

    Di Mal Kota Kasablanka, ada dua agenda Imlek yang menarik perhatian publik. Pertama adalag fashion show yang menunjukkan batik karya peranakan Tionghoa di pesisir Jawa. Kedua, voucher makan di 80 restoran di mal tersebut.

    Fashion show motif batik peranakan Tionghoa dalam rangkaian perayaan Imlek di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    "Ada program 50 persen dining cash back yang diikuti oleh lebih dari 80 restoran," kata Lusiana, Manajer Umum Kota Kasablanka, Kamis, 31 Januari 2019. Setiap pembelian senilai Rp. 100 ribu di Pasar Tahoen Baroe akan mendapatkan voucher Rp 150 ribu. Sedangkan untuk pembelian Rp. 200 ribu akan mendapatkan voucher Rp 300 ribu. Untuk pembelian Rp 300 ribu akan mendapatkan voucher Rp 450 ribu.

    Setelah bertransaksi di Pasar Tahoen Baroe. Voucher tadi bisa dipakai di sejumlah restoran dengan yang bekerja sama. "Jadi, pengunung bisa berkumpul dan makan bersama setelah berbelanja, plus dapat diskon cash back," kata Lusiana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.