Mandalika, Pesona Bali Baru dari Lombok Tengah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pantai Kuta di kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Foto: Tempo/Aryus Probodewo

    Pantai Kuta di kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Foto: Tempo/Aryus Probodewo

    INFO TRAVEL-- Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan 13.466 pulau di seluruh penjuru tanah air. Didalamnya terdapat keaneka ragaman suku bangsa, keindahan alam dan seni budaya yang begitu beragam dan unik, semuanya merupakan modal dasar yang potensial bagi perkembangan pariwisata Indonesia.

    Tahun 2018 Kementerian Pariwisata memfokuskan pengembangan 3 kawasan dari 10 destinasi prioritas atau “Bali Baru” yaitu Danau Toba, Mandalika dan Borobudur.

    Mandalika menawarkan wisata bahari dengan pesona pantai dan bawah laut yang memukau. Mandalika berasal dari nama seorang tokoh legenda, yaitu Putri Mandalika dari Suku Sasak di Pulau Lombok yang dikenal dengan parasnya yang cantik dan baik. Sebuah kisah menceritakan, sang putri bernama Mandalika ini harus bersemadi karena banyak laki-laki yang ingin mempersuntingnya. Akhirnya, Putri Mandalika malah menjatuhkan dirinya ke laut dan hilang ditelan ombak. Hal ini dilakukan untuk menghindari perpecahan dan konflik.

    Kini, setiap tahunnya masyarakat Lombok Tengah merayakan upacara Bau Nyale, yaitu ritual mencari cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika. Uniknya, cacing-cacing ini hanya muncul setahun sekali di Pantai Mandalika pada saat tertentu, kemudian dijadikan hidangan yang lezat. Hari-hari munculnya Nyale dari laut selalu disambut meriah oleh ribuan wisatawan, baik lokal maupun internasional.

    Sebagai destinasi wisata bahari dan wisata budaya dengan panorama yang eksotis dan berdekatan dengan Pulau Dewata, Mandalika diperkirakan akan menarik kunjungan dua juta wisatawan mancanegara per tahun pada 2019. Mandalika memiliki konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dengan pembangunan obyek-obyek wisata dan daya tarik wisata, yang selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat.

    Tak jauh dari kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, terdapat Desa Adat Sade dan Desa Adat Ende yang merupakan masyarakat Suku Sasak, yaitu penghuni asli Pulau Lombok. Selain itu, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika juga dekat dengan Bukit Merese, yakni sebuah bukit dengan hamparan padang rumput yang hijau nan luas, dan Batu Payung yang sangat indah untuk menikmati matahari terbenam.

    Perkembangan industri pariwisata Indonesia dari tahun ke tahun secara signifikan tampil sebagai salah satu pilar perekonomian yang tidak kalah penting, seperti halnya sektor migas (minyak bumi dan gas) dan mineral tambang lainnya. Presiden Jokowi telah menetapkan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) pada akhir 2019, sekaligus menetapkan bahwa sektor pariwisata merupakan core economy Indonesia.

    Hal ini merupakan tantangan bagi Kementerian Pariwisata, dalam hal ini Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata, untuk melakukan terobosan besar dalam menyususn strategi dan melaksanakan berbagai kegiatan pemasaran guna mencapai target kunjungan yang telah di canangkan.

    Berdasarkan arahan presiden, Kemenpar telah menetapkan target menjadi makro dan mikro. Ditingkat makro, Kemenpar menargetkan PDB pariwisata meningkat hampir 2 kali lipat menjadi 8 persen. Demikian juga dengan devisa yang ditargetkan meningkat hampir 2 kali lipat menjadi US$ 20 miliar, dengan penyerapan tenaga kerja menjadi 13 juta orang.

    Ditingkat mikro, Kemenpar menargetkan jumlah wisatawan mancanegara meningkat lebih 2 kali menjadi 20 juta wisman di 2019, dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) menjadi 275 juta dan peringkat daya saing pariwisata Indonesia naik ke rangking 30. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Efek Pemilu 2019 terhadap Ekonomi Indonesia

    Pemilihan umum menjadi perhatian serius bagi para investor di pasar saham dan pasar uang. Bagaimana mereka merespon gelaran pesta demokrasi 2019?