Wisata Patung yang Bikin Kamu Heran Sampai Tersentuh

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan 500 patung Lohan di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva Bintan, Kepulauan Riau. (Tempo/Francisca Christy Rosana)

    Penampakan 500 patung Lohan di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva Bintan, Kepulauan Riau. (Tempo/Francisca Christy Rosana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisata zaman sekarang bentuknya macam-macam. Ada wisata kuliner, wisata alam, wisata gua, wisata bawah laut, sampai wisata patung. Khusus untuk wisata patung, pengunjung harus mencari tahu dulu seperti apa, kenapa, dan di mana patung itu berada.

    Baca: Patung Setan Selfie Timbulkan Pro dan Kontra di Spanyol

    Bukan sekadar menikmati keindahannya, wisata patung membuat pelancong belajar sejarah berdirinya patung tersebut. Ditambah lagi perjalanan waktu yang mungkin membuat patung itu sudah tidak utuh lagi seperti sedia kala. Dari berbagai wisata patung yang ada, berikut beberapa di antaranya yang bisa membuat kamu heran sampai tersentuh.

    1. Patung Seribu Wajah
    Lebih dari 500 patung Lohan setinggi manusia ini teletak di sebuah vihara di Tanjung Pinang, Riau. Patung Seribu Wajah tersebut memiliki roman muka berbeda-beda begitu pula dengan bentuk tubuhnya. Di bawah setiap patung terdapat tulisan Mandarin, yang menjelaskan sosok patung seribu wajah itu beserta namanya.

    Konon, ratusan patung tersebut merupakan representasi dari para murid Buddha yang disebut Arahat. Pengunjung tak bisa menyentuh langsung karena dibatasi pagar besi setinggi 1 meter. Namun seluruh wajah dan ekspresi patung dapat dilihat dengan jelas. Sepintas, pemandangan ini mirip seperti yang terdapat di Kuil Sanjusangendo, Jepang.

    Seorang pengunjung sedang melihat patung Lohan di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Tempo/Francisca Christy Rosana

    "Nama tempat ini adalah Vihara Ksitigarbha Bodhisattva alias Patung Seribu Wajah," kata Ferry Santoso, penduduk lokal Tanjung Pinang. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva diresmikan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun pada 2010. Sejak itu, lokasi ini langsung masuk daftar destinasi unggulan Tanjung Pinang setelah Pulau Penyengat.

    Baca juga:
    Patung The Golden Mermaid dan Mitos Jika Wisatawan Menyentuhnya

    Vihara Ksitigarbha Bodhisattva masih terus dibangun. Patung-patung yang diukir oleh tangan manusia itu terus ditambah. Targetnya mencapai seribu. Maka itu, masih tersisa banyak spot kosong untuk meletakkan patung baru. Yayasan Ling Shan Ji Yu Si, pengelola Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, masih terus mencari donatur untuk membangun patung-patung baru. Biaya membuat satu patung sekitar Rp 25 juta.

    Untuk masuk ke obyek wisata ini, pengunjung dari dalam negeri ditarik dana sebesar Rp 5.000, sedangkan wisman dikenai tarif Rp 30 ribu.

    Selanjutnya: Patung Yesus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.