Imlek: Ini Alasan Indonesia Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Cina

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat Buddha berdoa pada malam tahun baru Imlek di Vihara Dharma Bhakti di kawasan Petak Sembilan, Jakarta, 27 Januari 2017. Puluhan umat Buddha melakuan sembahyang menjelang tahun baru Imlek 2568. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah umat Buddha berdoa pada malam tahun baru Imlek di Vihara Dharma Bhakti di kawasan Petak Sembilan, Jakarta, 27 Januari 2017. Puluhan umat Buddha melakuan sembahyang menjelang tahun baru Imlek 2568. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta -  Indonesia masuk dalam daftar negara tujuan wisata favorit para pelancong dari Cina selama musim liburan Tahun Baru Imlek.

    Baca juga: Langka, Wayang Potehi Kini Bakal Pentas di Mall Saat Imlek

    Agen perjalanan wisata berbasis daring terbesar di Cina Ctrip dalam rilisnya menyebutkan dua kategori utama tujuan berlibur para pelancong dari daratan Tiongkok itu, yakni menghindari dan mencari objek berudara dingin.
        
    Indonesia menjadi salah satu negara tujuan para pelancong Cina yang menginginkan liburan di tempat yang hangat selain Thailand dan Mauritius, demikian Ctrip sebagaimana dikutip media resmi setempat, Senin.
        
    Sementara Jepang, negara-negara kutub selatan, dan negara bersalju di Eropa utara juga populer di kalangan para pelancong Cina.
        
    Saat musim libur Imlek, sebagian besar wilayah Cina, terutama di timurlaut, utara, barat, dan tengah masih bertemperatur rendah.
        
    Berbeda dengan di sebagian wilayah timur, tenggara, selatan, dan baratdaya yang sudah mulai hangat, meskipun sempat diselimuti salju tebal menjelang pergantian tahun lalu.
    Pekerja memasang lampion di kompleks Vihara Dharmakirti Palembang, Sumsel, 8 Februari 2018. Vihara umat Buddha Dharmakirti mulai berhias diri jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2569. ANTARA FOTO/Feny Selly
    Pada 2018, Indonesia menerima sekitar 2,7 juta kunjungan pelancong Cina sesuai revisi target Kementerian Pariwisata setelah terjadinya serangkaian gempa bumi di Lombok, Sulawesi Tengah, Banten, dan Lampung ditambah kecelakaan pesawat.
        
    Pada tahun ini Kemenpar RI menargetkan 3,5 juta pelancong Cina yang akan mengalami puncak masa liburan Imlek selama 40 hari mulai Senin.
        
    Sekitar tujuh juta wisatawan Cina akan melancong ke 90 negara selama musim liburan terpanjang tersebut.
        
    Jumlah pemesanan dan harga tiket ke luar negeri selama periode 21 Januari-1 Maret 2019, masing-masing mengalami kenaikan 30 persen dan 10 persen, demikian Lvmama.com, platform penyedia layanan wisata bermarkas di Shanghai.
        
    Oleh karena harga tiket ke luar negeri naik, maka 330 juta warga Cina diperkirakan akan berlibur di dalam negeri.
        
    Para wisatawan dari wilayah lembab, seperti Guangzhou (wilayah selatan) dipastikan memilih liburan di wilayah yang banyak mengandung es dan salju seperti Harbin (timurlaut).
        
    Wisatawan Cina juga gemar berwisata dengan mengunjungi museum dan pertunjukan budaya, tulis media setempat.

    Baca juga: Menjelang Imlek, Ini Asal Muasal Nama Glodok di Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.