Destinasi Wajib Disinggahi di Holland Village Singapura

Reporter:
Editor:

Dini Pramita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bynd Artisan Atelier merupakan salah satu studio seniman di Holland Village yang mempertahankan bisnis stationery selama 70 tahun

    Bynd Artisan Atelier merupakan salah satu studio seniman di Holland Village yang mempertahankan bisnis stationery selama 70 tahun

    TEMPO.CO, Jakarta -Ada beberapa destinasi wajib yang harus disinggahi jika sedang berwisata ke Holland Village ini agar mendapatkan pengalaman lebih dari sebuah perjalanan. Holland Village merupakan sebuah kawasan yang berada tepat di tengah kota Singapura, tepatnya di antara Bukit Timah dan Queenstown. 

    Baca: Tiba di Destinasi Wisata Tengah Malam? Cek 4 Kuncinya Biar Aman

    Destinasi pertama yang wajib disinggahi adalah Bynd Artisan Atelier. Menempati salah satu kawasan yang dikepung oleh studio-studio milik perancang busana ternama di Singapura, studio Bynd Artisan memiliki ciri khasnya sendiri. Studio ini menawarkan penjilidan buku yang dikemas dengan modern.

    Pemiliknya adalah sepasang seniman, James Quan dan Winnie Chan, yang menggunakan kemewahan kulit untuk menghasilkan sebuah buku yang terkesan mewah. Kita bisa memesan buku tulis yang betul-betul merefleksikan kepribadian kita. Dengan cara memilih sendiri warna, bentuk, hingga kalimat yang akan tercantum dalam tiap lembarnya, beserta identitas nama kita.

    Seluruh proses pembuatannya dikerjakan menggunakan keterampilan tangan para pengrajin yang bekerjasama dengan Bynd Artisan. "Bynd Artisan terkait erat dengan kehidupan pengrajin utama kami dan merupakan warisan yang sudah berusia lebih dari 70 tahun," kata James Quan. Dia tak ingin bisnis penjilidan buku ini dilindas oleh kemajuan teknologi sehingga menggabungkan unsur seni ke dalamnya agar tetap dicintai sepanjang masa.

    Baca juga: Menyusuri Distrik Alfama, Kampung Warna Warni di Lisbon Portugal

    Selain Bynd Artisan, ada satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan, yaitu Ling Wu Le Salon yang seperti sebuah studio tempat perancang tas ternama asal Singapura bermarkas. Di dalam apartemen yang disulap menjadi studio ini kita akan melihat tas-tas mahal dari kulit dengan beragam model dan ukuran berjajar. Satu tas tersebut dibanderol harga mulai dari Rp 8,4 juta hingga puluhan juta rupiah.

    Ling Wu tak akan pelit berbagi makanan dan minuman ringan selama Anda melihat proses pembuatan tas dilakukan di sini. Ia juga tak pelit bicara dan berbagi pengetahuan dengan para tamunya. Berada di studio ini membuat Anda seolah-olah menjadi saksi lahirnya sebuah tas baru yang mencerminkan kreativitas penciptanya, Ling Wu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.