Wisatawan Milenial, Inilah Kunci Sukses Pariwisata di Era Digital

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Milenial (Pixabay.com)

    Ilustrasi Milenial (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 74 persen wisatawan mancanegara alias wisman yang masuk ke Indonesia menggunakan internet dan smartphone dan diprediksi lebih dari 50 persen pasar wisata Indonesia sudah didominasi milenial. Demikian keterangan tertulis yang disampaikan Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata pada Senin, 14 Januari 2019.

    Baca juga: Pasca Tsunami, Tilik Peran Milenial Bangkitkan Pariwisata Lampung

    “Dari laporan TripAdvisor, Wisman yang datang itu 50 persen adalah milenial yang mempunyai selera dan kebiasan berwisata yang berbeda. Dan rata-rata mereka menggunakan teknologi digital,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat membuka sesi perdana Wonderful Startup Academy (WSA) batch II dengan paparan berjudul “The Future of Tourism in Indonesia” di Kolega x MarkPlus, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 14 Januari 2019.

    Menpar Arief Yahya juga menjelaskan, wisatawan milenial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama. Untuk pasar pariwisata, Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun mencapai hingga 57 persen. Di Tiongkok generasi milenial akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta.

    “Wisatawan milenial adalah pangsa pasar masa depan. Porsinya sekitar 7 Juta orang. Jumlah ini sekitar 34 persen dari target 20 Juta wisman di 2019. Jadi, harus terus dioptimalkan mulai dari sekarang. Siapa yang dapat merebutnya, akan jadi pemenang, who win the future, win the game,” ujar Menpar Arief Yahya.

    Lebih lanjut, cara paling ampuh untuk menggarap itu semua, kata Menpar Arief Yahya, dengan Regulasi dan Teknologi. Hal itu sudah terbukti, Pariwisata Indonesia tumbuh 22 persen di atas rata-rata pertumbuhan pariwisata dunia yang hanya 6,4 persen dan pertumbuhan di ASEAN yang mencapai 7 persen.

    “Ketika pertumbuhan kita sangat tinggi itu berarti karena regulasi dan teknologi. Kenapa kita bisa tumbuh 22 persen? karena pasti saya menyentuh dua hal ini, dan dua hal tersebut merupakan hal yang stategis. Hampir tidak mungkin memenuhi keinginan para kaum milenial bila tidak menggunakan digital. Karena digital platform bisa mendrive baik secara sosial maupun ekonomi,” kata Menpar.

    Di depan 30 Startup terbaik dari 309 Startup yang mendaftar di WSA batch II itu Menpar Arief menjelaskan, segmentasi pasar terbaik adalah dengan tidak mensegmentasi, hal ini tidak bisa bila tanpa digital. “Di Era digital kita tidak bisa melihat dan mengukur jutaan milenial, karena di dunia digital mereka tidak bisa dikelompokkan,” ujarnya.

    Baca juga: Bandara Gaet Traveler Generasi Milenial, Bikin Lomba Vlog


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.