Indonesia Teraman ke-9 di Dunia, Solo Travel juga? Cek Risetnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah turis mancanegara berswafoto saat berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur, Kamis 8 November 2018. Kementerian Pariwisata menargetkan pada 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia naik sebesar 500 persen menjadi 5 juta. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Sejumlah turis mancanegara berswafoto saat berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur, Kamis 8 November 2018. Kementerian Pariwisata menargetkan pada 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia naik sebesar 500 persen menjadi 5 juta. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Para turis atau wisatawan lokal maupun mancanegara seperti tidak ada alasan lagi tak menjelajah pariwisata di Indonesia. Karena ternyata Indonesia, masuk peringkat ke 9 di dunia dalam hal keamanan.

    Baca juga: Ridwan Kamil Cari Duta Pariwisata Kertajati, Kamu Orangnya?

    Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya usai menandatangi Nota Kesepahaman (MOU) bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian di Markas Besar Kepolisian RI, Kamis 10 Januari 2019.

    Dalam siaran pers yang dikirim Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Kamis 10 Januari 2019, ini disebutkan juga bahwa dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani Kapolri dan Kemenpar tersebut berisi beberapa poin antara lain kerja sama pertukaran data dan informasi di bidang pariwisata, pengamanan dan penegakan hukum dari Polri di sektor pariwisata, serta kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) lintas lembaga.

    Menpar Arief Yahya mengapresiasi kinerja Polri dalam meningkatkan safety and security di Indonesia. “Dalam hal security terbukti (menurut laporan Gallup’s Law and Order Report tahun 2018) Indonesia mengantungi skor 89 dan berada di posisi ke-9 sebagai negara dengan tingkat ketertiban dan hukum tertinggi atau setingkat di atas Denmark dan setingkat di bawah Kanada. Adapun posisi puncak dipegang Singapura dengan skor 97, diikuti oleh Norwegia, Islandia dan Finlandia yang masing-masing berbagi skor sama 93,” kata Menpar Arief Yahya.

    Disebutkan juga, dalam laporan Ampersand Travel (situs perjalanan di Inggris) yang merilis data Solo Women Traveler Index (Index tingkat keamanan traveling bagi perempuan), menempatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-5 (Jepang, Perancis, Spanyol, USA, Indonesia) dari 70 negara.
    Sejumlah turis mancanegara menikmati pemandangan matahari terbit saat berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur, Kamis 8 November 2018. Kementerian Pariwisata menargetkan pada 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia akan menghasilkan devisa Rp.87 miliar. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
    Menpar Arief Yahya dalam sambutannya juga mengapresiasi cepatnya penanganan krisis oleh Polri serta penyajian informasi kepada masyarakat terkait keamanan di bidang pariwisata di Indonesia yang tergolong cepat. Menpar Arief Yahya memberi contoh dalam kejadian aksi teror Bom Thamrin, dalam waktu 5 jam pemerintah sudah bisa memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat internasional.

    “Penanganan kejadian Bom Thamrin tanggal 14 Januari 2016 yang berlangsung cepat dan tepat memberikan impresi positif di dunia internasional, di antaranya Menpar yang mendapat pujian ketika cepat mengembalikan kepercayaan internasional untuk keamanan Indonesia saat ATF Manila tanggal 18-25 Januari 2016,” kata Menpar Arief Yahya.

    Sementara itu Kapolri Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan, empat sektor yang menandatangani Nota Kesepahaman saat itu adalah sektor ESDM, finansial, pernukliran, dan pariwisata sebagai primadona di masa depan.

    Indonesia adalah negara yang sangat potensial pariwisatanya, terutama adalah eco-destination dan top world destination untuk diving. Hawaii boleh hebat tapi tidak akan sehebat Bali. Wisata kuliner kita juga handal mulai dari rendang, gado-gado, rawon, kita semua punya. Sektor pariwisata ini investasinya termasuk yang paling murah dibanding sektor yang lain tapi berdampak besar. Revolusi digital 4.0 itu akan mengubah semua, dengan digitalisasi ada kemungkinan memangkas jumlah tenaga kerja, tapi sektor pariwisata justru sebaliknya menyerap tenaga kerja yang banyak,” kata Kapolri Tito Karnavian.

    Kapolri Tito Karnavian menjelaskan, di sisi lain pariwisata juga membutuhkan jaminan keamanan, dan di situlah Polri berperan. “Saya juga bersyukur, Indonesia termasuk negara paling aman nomor 9 di dunia. Polri juga memiliki elemen khusus yang disebut Polisi Pariwisata, saya tekankan ke Kapolda boleh berkreasi dan saya bebaskan untuk berkreasi sesuai local wisdom masing-masing daerah sesuai dengan batas kewajaran,” kata Kapolri Tito Karnavian.

    Baca juga: Mandeh, Raja Ampat Sumatera, Itu Kini Bisa Dicapai Lewat Darat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.