Di Museum Hagia Sophia Unsur Islam dan Kristen Berpadu

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki. TEMPO | Astari P. Sarosa

    Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki. TEMPO | Astari P. Sarosa

    TEMPO.CO, Istanbul - Kota Istanbul di Turki penuh dengan sejarah. Berbagai tempat di Istanbul juga menunjukkan persatuan antara berbagai pihak, paduan dua agama, dua budaya, bahkan dua benua. Salah satu tempat paling unik di Istanbul adalah Museum Hagia Sophia, yang memadukan unsur Kristen, Katolik, dewa Yunani, dan Islam dalam desain bangunannya.

    Baca: Museum Ini Wajib Dikunjungi di Pulau Samosir; Museum Hutabolon

    Museum Hagia Sophia terletak di dekat Masjid Sultan Ahmet atau Blue Mosque dan Istana Topkapi. Bangunan berusia 1.480 ini pernah difungsikan sebagai gereja katedral selama hampir 1.000 tahun. Di sini pula Kaisar Bizantium dinobatkan.

    Setelah tentara Muslim Ottoman Sultan Mehmed II membobol tembok kota pada tahun 1453, Hagia Sophia diubah menjadi masjid. Struktur bangungan dirombak menjadi bentuk masjid, gambar-gambar yang ada di dalam bangunan ditutup dengan tembok dan ada perpaduan karakter Islam - Turki dalam desainnya.

    Lantaran menunjukkan kombinasi unsur Kristen dan Islam, Hagia Sophia dijadikan museum sejak tahun 1935 dan dibuka untuk publik. Saat masuk museum, lorong pertama menunjukkan sejarah bangunan, bahkan menunjukkan unsur-unsur selain Kristen dan Islam. Ada beberapa desain di bangunan ini juga menunjukkan dewa Yunani, Poseidon.

    Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki. TEMPO | Astari P. Sarosa

    Lorong pertama belum terlalu kental dengan unsur agama. Pengunjung akan menyaksikan unsur Kristen yang kuat saat masuk ke dalam lorong kedua. Di lorong kedua, terlihat beberapa gambar yang menampilkan cerita Yesus Kristus pada tembok dan atap lorong.

    Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki. TEMPO | Astari P. Sarosa

    Artikel lainnya: De Tjolomadu Hadirkan Museum Sejarah Pabrik Gula

    Adapun ketika masuk ke ruang utama, pengunjung merasa seperti sedang di dalam masjid. Tulisan arab dan doa-doa terlihat di dinding dan kolom bangunan. Di beberapa area juga terlihat lapisan dinding, masing-masing memiliki motif yang unik.

    Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki. TEMPO | Astari P. Sarosa

    Salah satu hal yang istimewa mengenai bangunan ini adalah gambar Yesus Kristus bersebelahan dengan panel kaligrafi bulat berukuran besar bertuliskan Allah dalam huruf arab. Panel kaligrafi bulat besar di dinding utama ditulis oleh Kadasker Mustafa zzet Efendi. Dia adalah seorang penulis kaligrafi terkenal pada 1847.

    Panel kaligrafi bundar berdiameter 7,5 meter ditulis dengan tinta berwarna emas pada latar belakang hijau. Di Museum Hagia Sophia, ada 8 panel dengan nama Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali serta cucu-cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hasan dan Husain.

    Baca juga: Museum Moja, Alternatif Liburan di Jakarta yang Bikin Asyik

    Pengunjung bisa berkeliling sampai balkon museum untuk melihat ruang utama dari atas. Dari sana, pengunjung bisa menikmati pemandangan indah dari jendela-jendela Museum Hagia Sophia dan mempelajari sejarah bangunan tersebut. Untuk masuk museum, pengunjung dikenai tiket 60 Lira atau sekitar Rp 158 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.