5 Kunci Pilih Alas Kaki untuk Travelling, Hindari High Heels?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepatu saat mudik. shutterstock.com

    Ilustrasi sepatu saat mudik. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Travelling tentu jadi kegiatan yang menyenangkan. Sendiri atau bersama orang-orang tersayang, bepergian ke tempat-tempat menarik akan makin nyaman jika kita memilih outfit yang tepat. Salah satunya untuk urusan alas kaki.

    Baca juga:  Melepas Sepatu di Luar Rumah Jadi Kebiasaan Baik, Mengapa?

    Saat bepergian jauh, alas kaki punya andil cukup besar untuk menjamin kenyamanan kita terutama jika harus berjalan jauh. Alas kaki yang nyaman akan membuat kita lebih menikmati perjalanan. Bayangkan saja jika kita memakai alas kaki yang tidak nyaman. Pasti kita akan merasa malas untuk berjalan atau tersiksa karena kaki mudah lecet.

    Pilihan pertama adalah memakai alas kaki yang tertutup. Alas kaki tertutup bisa lebih dapat melindungi kaki dari paparan debu dan cuaca panas atau dingin saat berada di luar ruangan. Kedua, pilih alas kaki yang mudah dilepas dan dipakai kembali. Misalnya model slip on. Penggunaannya yang tidak ribet, tanpa harus ditali, cocok dipakai untuk travelling.
    Sandal, salah satu oleh-oleh di Kampung Jodipan, Malang. TEMPO/Framcisca Christy Rosana

    Ketiga, kalau ingin memakai alas kaki yang terlihat lebih feminin, kita bisa menggunakan flat shoes. Jangan lupa untuk memilih flat shoes yang ukurannya pas di kaki agar tetap nyaman. Keempat,untuk berjaga-jaga, kita juga bisa membawa alas kaki cadangan seperti sandal jepit. Saat lelah menggunakan sepatu, kita bisa mengganti alas kaki dengan sandal jepit.

    Kelima, hindari penggunaan alas kaki high heels atau bertumit tinggi. Meski bisa membuat kaki kita terlihat jenjang, alas kaki model ini tidak cukup nyaman untuk dipakai berjalan jauh. Bukannya terlihat keren, kita malah bisa cedera.

    Baca juga: Ikuti 7 Tips Berikut Saat Kamu Travelling Sendirian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.