Transportasi Darat, Kini Lebih Diminati Wisatawan? Cek Laporannya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Api Pangandaran diluncurkan pertama kali di Stasiun Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, 2 Januari 2019.

    Kereta Api Pangandaran diluncurkan pertama kali di Stasiun Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, 2 Januari 2019.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Jumlah penumpang umum dan wisatawan yang menggunakan pesawat terbang di Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta menurun saat libur panjang Natal 2018 dan tahun baru 2019. Namun selama 2018, jumlah penumpang lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pada 2017.

    Baca juga: Mana Tempat Duduk Paling Aman dalam Pesawat?

    Total kedatangan dan keberangkatan selama pelaksanaan posko natal dan tahun baru 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019 tercatat sebanyak 415.416 penumpang. Jumlah tersebut turun 6,77 persen  dibandingkan dengan liburan natal dan  tahun 2017/2018 dengan 445.575 penumpang.

    “Penurunan jumlah penumpang selama pelaksanaan posko terpadu angkutan udara natal 2018 dan tahun baru 2019 tidak berarti menurunnya minat masyarakat terhadap transportasi udara. Apabila dibandingkan dengan pergerakan per harinya, jumlah penumpang pesawat tetap tercatat lebih besar,” kata Agus Pandu Purnama, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta saat ditemui pada penutupan posko terpadu Angkutan Udara Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Senin,  7 Januari 2019.

    Sedangkan jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara melalui Adisutjipto selama 2018 naik sebesar 7,65 persen dibanding dengan jumlah penumpang pada 2017. Hingga akhir 2018 jumlah penumpang sebanyak 8.417.089. Sedangkan pada 2017 jumlahnya mencapai 7.818.871 penumpang.
    Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA
    “Pertumbuhan penumpang itu  sesuai dengan prediksi di awal  2018,” kata dia.
    Posko terpadu angkutan udara Natal 2018 dan tahun baru 2019 Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta telah dilaksanakan pada 20 Desember 2018 sampai dengan 06 Januari 2019.  Jam operasional pukul 05.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB dan melibatkan 112 personil yang terdiri dari 50 personel gabungan dan 62 personil dari PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta di area Lobby terminal A dan area Lobby kedatangan di Terminal B.

    “Ke depan, kami tetap berkomitmen pada peningkatan pelayanan di Bandara Internasional Adisutjipto guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi setiap pengguna jasa bandara,” kata Agus Pandu.

    Sedangkan penumpang yang menggunakan jasa transportasi darat dengan kereta api yang masuk wilayah Daerah Operasi 6 Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami peningkatan yang signifikan. Di stasiun Tugu Yogyakarta penumpang yang naik selama ada posko natal dan tahun baru sebanyak 267.465 orang. Pada tahun lalu jumlah penumpang yang naik dari stasiun ini sebanyak 228.404 orang.

    “Ada kenaikan jumlah penumpang sebesar 17 persen,” kata Eko Budianto,  Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6.

    Penumpang yang turun di stasiun itu pada saat posko natal 2018  dan tahun baru 2019 sebesar  283.855 orang.  Pada tahun lalu hanya 245.310 orang atau naik 16 persen.

    Di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta jumlah penumpang umum dan wisatawan yang naik kereta api pada saat posko dibuka sebanyak 113.838 orang. Pada tahun lalu sebanyak 128.996 penumpang atau jumlahnya naik 13 persen. Sedangkan penumpang yang turun di stasiun ini pada posko tahun ini sebanyak 115.382 orang. Tahun lalu hanya mencapai  98.908 orang atau jumlahnya naik 17 persen.

    Baca juga: Kereta Pangandaran, Ini Harga Tiket, Jadwal, dan Waktu Tempuhnya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.