Batik Dan Tarian Sakral Untuk Pernikahan Putra Mahkota Pakualaman

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo menyaksikan tarian Bedhaya Angron Akung saat prosesi upacara adat jumenengan atau penobatan Paku Alam X di Bangsal Sewatama, Puro Pakualaman, DI Yogyakarta, 7 Januari 2016. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo menyaksikan tarian Bedhaya Angron Akung saat prosesi upacara adat jumenengan atau penobatan Paku Alam X di Bangsal Sewatama, Puro Pakualaman, DI Yogyakarta, 7 Januari 2016. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernikahan putra mahkota Keraton Pura Pakualaman Yogya Bendara Pangeran Hario (BPH) Kusumo Bimantoro dengan Maya Lakshita Noorya bertajuk Dhaup Ageng pada 5-6 Januari 2019 akan menampilkan mempelai dengan balutan batik nan sakral juga unik.

    Ketua Umum Panitia Dhaup Ageng Puro Pakualaman 2019, Kanjeng Pangeran Hario (KPH) Indrokusumo menuturkan pada pernikahan ini pasangan pengantin dan keluarga akan menggunakan motif batik Surya Mulyarja. "Motif Surya Mulyarja dibuat bersumber pada iluminasi naskah Sestradisuhul tahun 1847 yang diciptakan pada masa kepemimpinan Paku Alam II," ujar Indrokusumo di Yogyakarta, Rabu 26 Desember 2018.

    Motif Surya Mulyarja merupakan manifestasi karakter Batara Surya dalam Asthabrata. Adapun karakter utama Batara Surya yang tersurat dalam Naskah Sestradisuhul yakni perilaku cermat, dermawan, dan memotivasi para murid untuk rajin berusaha agar dapat hidup sejahtera lahir dan batin.

    Motif batik Surya Mulyarja secara etimologi berasal dari kata surya yang berarti ‘matahari’ sebagai representasi Batara Surya, mulya berarti luhur, dan arja berarti selamat. "Jadi Surya Mulyarja secara umum bermakna doa atau harapan untuk meneladani karakter luhur Batara Surya," ujarnya.

    Sedangkan untuk tari-tarian yang dihadirkan dalam pernikahan itu juga sarat makna dan diseleksi. Misalnya ada saat resepsi hari pertama yang dihadiri tamu VVIP seperti presiden dan wakil presiden, Sabtu 5 Januari 2019, akan ditampilkan tiga Beksan dari Pakualaman. Yakni Beksan Bedhaya Kembang Mas, Beksan Wilayakusumajana, dan Beksan Puri Melati.

    Sedangkan pada resepsi hari kedua Minggu, 6 Januari 2019 pada saat prosesi Pahargyan, disajikan dua Beksan, yaitu Beksan Golek Prabudenta dan Beksan Lawung Alit. "Bedhaya Kembang Mas diciptakan secara khusus oleh ayahanda mempelai putra, Gusti Paku Alam X untuk kedua mempelai," ujarnya.

    Bedhaya Kembang Mas ini menggambarkan beberapa fase pertemuan calon pengantin sampai dengan upacara perkawinan sekaligus berisi harapan dan doa agar pasangan pengantin menjadi pasangan lestari yang senantiasa dikaruniai kesejahteraan dan kemuliaan.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.