Ambruknya Jembatan Kalu dan 5 Fakta Mengenai Lembah Anai

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan wisata air terjun Lembah Anai, Sumatera Barat, (15/12). TEMPO/Febrianti

    Kawasan wisata air terjun Lembah Anai, Sumatera Barat, (15/12). TEMPO/Febrianti

    TEMPO.CO, Padang - Jembatan Kalu di Kayutanam, Sumatare Barat ambruk, pada Senin, 11/12 lalu. Jembatan itu ambruk setelah debit air terjun Lembah Anai meningkat drastis akibat hujan deras. Ini juga menyebabkan debit air di sungai Batang Anai, tak jauh dari situ, meluap[ hingga ke badan jalan.

    Ambruknya Jembatan Kalu itu menyebabkan jalur Kota Padang ke Bukittingi dan sebaliknya terputus total. Ini tentu juga berdampak pada kunjungan turis ke Lembah Anai yang terletak di pinggir jalan rute tersebut.

    Berikut beberapa fakta mengenai Lembah Anai.

    1. Waktu Tempuh dari Kota Padang

    Lembah Anai bisa ditempuh selama 1,5-2 jam perjalanan dari kota Padang. Lembah Anai terkenal dengan bukit dan jurangnya yang terjal, serta air terjun dan sungai Batang Anai yang cantik. Lembah Anai penuh dengan pohon-pohon besar yang menutupi bukit barisan di sekelilingnya.

    2. Muasal Aliran Air Terjun

    Air terjun Lembah Anai dan air sungai Batang Anai di antaranya berasal dari Gunung Singgalang yang terletak di bagian utara dan anak-anak sungai dari Gunung Merapi yang mengalir melalui Kota Padang Panjang. Airnya mererobos Bukit Barisan yang menjadi air terjun Lembah Anai. Batang Anai juga menampung hampir semua air yang datang dari lereng bagian barat bukit barisan.

    3. Sungai Batang Anai yang Tamperamental

    Bila Anda berencana singgah ke Lembah Anai, cermati cuaca. Karena bila musim hujan, kawasan ini cukup berbahaya, rawan longsor di tebing jalan serta air sungainya bisa tiba-tiba meluap.

    Sungai Batang Anai punya temperamen tinggi. Sungai yang biasanya tenang dan cantik itu dapat tiba-tiba berubah ganas, airnya bisa meluap, dan merobohkan jembatan serta meruntuhkan sebagian jalan beraspal di Lembah Anai.

    Di zaman Belanda sungai Batang Anai pernah merobuhkan jembatan kereta api yang terbentang di atasnya. Jadi, demi meraup kesegaran udara Lembah Anai, datangah saat hari sedang cerah.

    4. Tempat favorit di Lembah Anai

    Berhentilah sejenak di tempat ini untuk menikmati kesejukan udara di bawah kerindangan pohon-pohon tua. Di sini juga banyak monyet liar yang berkeliaran. Walau lokasinya di pinggir jalan raya, masih cukup tempat yang luas untuk berhenti.

    Tempat favorit pengunjung tentu saja air terjun Lembah Anai yang bersisian dengan jalan raya. Banyak yang sekadar mencuci muka dan merendam tangan dan kaki untuk menikmati kesegaran airnya yang jernih dan dingin.

    Ada banyak tempat untuk bersantai menikmati Lembah Anai. Bila punya cukup waktu, bisa juga bersantai dan bermain di pinggir sungai Batang Anai yang penuh batu-batu besar di bawah rindangnya pohon. Bisa juga belanja cemilan khas Minang, di kawasan ini banyak rumah makan dan pedagang yang berjualan makanan kecil.

    5. Memikat Gubernur Jenderal Van den BoschKereta api melintas di kawasan wisata air terjun Lemabah Anai, Sumatera Barat, (15/12). TEMPO/Febrianti

    Kawasan Lembah Anai sejak dulu sudah memikat Belanda. Menurut Rusli Amran dalam bukunya Sumatera Barat Hingga Plakat Panjang, pada tahun 1833, semasa Kolonial Belanda Gubernur Jenderal Van den Bosch, terpesona melihat alam Lembah Anai dengan Sungai Batang Anai.

    Van den Bosch lalu memerintahkan membuat jalan raya mengikuti alur Sungai Batang Anai berikut jalur kereta api. Jalur kereta api ini menggunakan rel bergigi sepanjang 33,8 Km. Lokomotif kereta apinya juga lokomotif khusus untuk rel bergigi. Ini diperlukan untuk rel yang menanjak tajam seperti melewati kawasan Lembah Anai yang tinggi dan terjal.

    Untuk melintasi Lembah Anai yang terjal, dibangun beberapa jembatan Kereta Api. Salah satunya jembatan plat baja sepanjang 50 meter dan sangat tinggi melintasi kawasan hutan Lembah Anai dan Sungai Batang Anai di bawahnya. Jalur kereta api yang melewati Lembah Anai selesai dibangun 1881.

    Jalur kereta api ini menghubungkan Emma Haven (sekarang Pelabuhan Teluk Bayur) di Padang ke Sawahlunto sepanjang 155,5 km. Rel kereta ini melewati Lembah Anai, Padang Panjang, tepian Danau Singkarak dan terus ke Kota Sawahlunto.

    FEBRIANTI (Padang)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbandingan Kebutuhan Pria dan Wanita akan Protein per Hari

    Penelitian DRI menyebutkan kebutuhan rata-rata pria akan protein sekitar 56 gram per hari. Mudahnya, dibutuhkan 0,8 gram protein per kg berat tubuh.