Jumat, 14 Desember 2018

5 Kota dan 7 Negara Favorit Plesiran Pengguna Aplikasi Traveloka

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebun Bibit Wonorejo. Wisata Surabaya.

    Kebun Bibit Wonorejo. Wisata Surabaya.

    TEMPO.CO, Bandung - Tren wisata akhir tahun pada 2018 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pengguna aplikasi wisata Traveloka memilih lima kota di Indonesia dan tujuh negara sekitar sebagi lokasi favorit wisata akhir tahun. 

    "Menjelang akhir tahun, kami melihat adanya peningkatan pemesanan karena akhir tahun identik dengan rencana liburan yang kerap dilaksanakan oleh keluarga, teman dekat dan sahabat," Kurnia Rosyada, Vice President of Marketing Traveloka kepada Tempo, Sabtu, 8 Desember 2018.

    Berdasarkan data pasar, pemesanan tiket pesawat dan kereta api untuk keberangkatan di periode Oktober–Desember 2018 meningkat 15 persen dibandingkan rata-rata pada 2017. Terdapat beberapa destinasi favorit baik lokal maupun mancanegara. Wisatawan Indonesia, kata Kurnia, kebanyakan pergi ke Malaysia, Singapura, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Australia.Pengunjung berjalan-jalan di antara pohon yang diterangi lampu warna-warni di kawasan wisata Garden of Morning Calm di Gapyeong, Korea Selatan (20/12). (AP Photo/Ahn Young-joon) 

    "Sedangkan pilihan untuk  destinasi dalam negeri seperti, Jakarta, Surabaya, Yogjakarta, Makassar dan Bali, masih  menjadi destinasi favorit," kata dia yang dihubungi lewat surat elektronik.

    Sebagai aplikasi populer di Indonesia untuk urusan perjalanan, Traveloka kini memiliki 40 juta pengguna di wilayah Asia Tenggara. Mayoritas pemakainya orang Indonesia dan Thailand. 

    Jenis wisata di Indonesia yang terpopuler diminati turis adalah pantai dan pegunungan. Selain daya tarik wisata alam dan budaya, perkembangan sarana wisata suatu lokasi ikut menambah pilihan minat. "Diikuti dengan berkembangnya tempat-tempat rekreasi keluarga seperti waterpark dan theme park," kata Kurnia. 

    Selain itu, wisata kuliner juga menjadi alasan seseorang untuk berwisata. Kuliner ujarnya  mempunyai peran strategis dalam memperkuat pariwisata Indonesia. Kontribusi kuliner pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Ekonomi Kreatif (EKRAF) adalah  yang tertinggi. 

    Pada 2017, kuliner mencatat pendapatan sebanyak 42 persen atau mengungguli fashion yang sebesar 18 persen, dan bidang kerajinan atau kriya di 

    tempat ketiga sebesar 15 persen.  Menurut UNWTO (2013), sekitar 30-40 persen dari pendapatan pariwisata bersumber dari wisata kuliner. Pada 2017, pendapatan 

    dari kuliner mencapai 30 persen atau setara dengan Rp60 triliun dari total pendapatan pariwisata Indonesia yang mencapai Rp200 triliun. 

    ANWAR SISWADI (Bandung)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.