Jumat, 14 Desember 2018

Dermaga Baru Pulau Rinca Labuan Bajo Bisa Disandari Kapal Besar

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Sumarno (kedua kiri) didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor J. Laiskodat (kedua kanan) mendapat tarian penyambutan dari warga setempat saat meninjau peresmian dermaga baru Pulau Rinca, di NTT, Jumat, 7 Desember 2018.  ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Menteri BUMN Rini Sumarno (kedua kiri) didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor J. Laiskodat (kedua kanan) mendapat tarian penyambutan dari warga setempat saat meninjau peresmian dermaga baru Pulau Rinca, di NTT, Jumat, 7 Desember 2018. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Labuan Bajo - Menteri BUMN Rini M Soemarno melakukan peresmian penggunaan Dermaga di Pulau Rinca, Labuan Bajo, yang dibangun untuk penduduk setempat. Dermaga baru itu memungkinkan kapal-kapal berukuran besar, termasuk speed boat untuk merapat ke Pulau Rinca.

    Pembangunan dermaga Rinca menelan biaya Rp 4.38 miliar yang didukung oleh sinergi enam BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Psersero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

    "Sebelumnya Dermaga di pulau ini hanya terbuat dari kayu, namun sekarang sudah dibangun dengan baik berkat sinergi enam BUMN. Semoga keberadaan dermaga ini bisa membantu masyarakat Pulau Rinca terutama untuk bisa menjadi sarana penunjang transportasi masyarakat. Terima kasih kepada BUMN yang sudah terlibat," kata Rini.Sejumlah anak bermain di dermaga lama Pulau Rinca yang terbuat dari kayu di Kawasan Taman Nasional Komodo, NTT, Kamis, 6 Desember 2018. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Dari dermaga ini juga akan berlayar  Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Komodo  yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Dengan kapal ini masyarakat dan wisatawan bisa memanfaatkan transportasi laut yang aman, nyaman dan terjangkau menuju Pulau Komodo, Pulau Padar dan Pink Beach.

    "Saya terus mendukung agar ASDP tidak hanya mendorong konektivitas antar pulau tetapi juga mampu mendorong pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat," kata Menteri Rini.

    Kehadiran KMP Komodo dan Dermaga Pulau Rinca diharapkan bisa mendukung kemajuan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.  Kapal ini didesain sebagai kapal wisata berkapasitas 80 orang. Fasilitas yang tersedia adalah AC, tempat duduk yang bisa diatur kemiringannya (reclining seat), mini bar, layanan hiburan serta mushola.

    Kapal akan melaju dengan kecepatan sembilan knot. Setiap ruangan yang dihadirkan KMP Komodo didesain untuk dapat memberikan kenyamanan lebih kepada penumpangnya. Salah satu bagian menarik, KMP Komodo menghadirkan area terbuka beratapkan luvre yang berada di bagian atas dek kapal.

    Di area terbuka ini penumpang dapat duduk-duduk di kursi kayu sembari menikmati pesona laut Labuan Bajo yang semakin membuat perjalanan berkesan. Selain itu, disediakan juga fasilitas kursi bagi penumpang kapal yang ingin berjemur, menikmati keindahan pemandangan Labuan Bajo dari atas kapal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.