Jumat, 14 Desember 2018

Kuliner Jadul di Belitong Timpo Duluk Tanjung Pandan

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sajian gangan darat, sup dengan kuah segar yang berisi daging sapi. Salah satu menu di Ruma Makan Belitong Timpo Duluk. Dok.Tempo/Frannoto

    Sajian gangan darat, sup dengan kuah segar yang berisi daging sapi. Salah satu menu di Ruma Makan Belitong Timpo Duluk. Dok.Tempo/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Selepas seharian berlayar ke beberapa pulau, saatnya makan malam yang berbeda di Tanjung Pandan, Pulau Belitung. Pilihannya adalah Ruma Makan Belitong Timpo Duluk yang berdiri sejak 2013. Berada di sebuah rumah lama yang terawat dan merupakan rumah tradisional Melayu Belitung.

    Lokasinya tak jauh dari pusat kota, hanya sekitar 5 menit dari Tugu Batu Satam. Rumah tak terlalu besar, daya tampung sekitar 70 orang. Sebaiknya menghindari jam ramai, seperti tepat makan siang atau malam. Terutama di musim liburan.

    Begitu membuka pintu, tampak interior dipertahankan seperti masa rumah dibangun yakni tahun 1960. Gorden setengah jendela masih dipasang dibalik jendela-jendela kayu. Lantas, di dinding berbagai perabotan masa lalu pun dipasang, dari peralatan dapur hingga sepeda ontel. 

    Sesuai namanya yang disuguhkan di rumah makan yang terletak di Jalan Lettu Mad Daud nomor 22, Kampung Parit, Tanjung Pandan ini merupakan kuliner lawas. Menggunakan resep turun temurun keluarga yang dibuat sejak 1918. 

    Suasana di Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di Tanjung Pandan dengan dinding berhias barang-barang jadul. Dok. Tempo/Frannoto

    Wadah yang digunakan untuk makan pun dibuat sesuai dengan masa lalu, seperti piring dan gelas dari kaleng. Sementara tempat tisu gulung dan sendok garpu menggunakan wadah literan minyak jadul yang bercorong.

    Untuk makan beramai-ramai bisa pesan menu set dulang, yang disajikan dalam satu nampan dari kaleng. Ada nasi bersama lalapan, ikan kuah kuning atau dikenal di sini sebagai ikan sup gangan, ayam ketumbar, sate ikan, sambal sereh nan wangi dan oseng sayur ati ampela.

    Sup kuning gangan merupakan sajian khas Belitung, kuahnya cenderung bening kekuningan karena  bumbu kunyit, cabai rawit, belacan atau terasi dan potongan nanas muda. Isinya bisa pilih seperti ikan ketarap, ilak, kerisi dan bebulus. Gangan disajikan dalam kondisi segar. Bau amis ikan pun hilang, daging ketarap pun terasa lembut-gurih.

    Baca Juga:

    Nongkrong Pagi di Kopi Kong Djie Belitung 

    Menanti Senja di Pantai Bukit Berahu Belitung

    Selain sup ikan gangan, ada juga gangan darat. Bedanya lauknya diganti dengan hewan darat seperti sapi dan ayam. Rasanya pun tetap berupa kuah yang segar. Daging sapi dipotong-potong dengan taburan cabai rawit. Uniknya makanan yang ditata di sebuah nampan itu ditutup tudung saji dari bambu dengan cat mencolok merah. Dan baru dibuka ketika sudah ditempatkan di atas meja. Satu set menu dulang tersedia untuk paket 2-4 orang.

    Selain satu set menu untuk ramai-ramai, ada juga menu ala carte. Dengan harga antara Rp 20-80 ribu. Di antara berupa nasi gemuk dengan ikan goreng, uniknya nasi dibungkus daun simbor sehinga aromanya khas. Buka setiap hari pukul 11.00-22.00, rumah makan ini pun menjadi salah satu pilihan untuk bersantap  siang atau malam selama di Tanjung Pandan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.