Festival Sungai Martapura untuk Meneguhkan Identitas Banjarmasin

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas padat perahu berjualan di Pasar Terapung sungai Martapura di desa Lok Baintan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 19 Desember 2015. Aktivitas perdagangan dimulai pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 09.30WITA. TEMPO/Iqbal Lubis

    Aktifitas padat perahu berjualan di Pasar Terapung sungai Martapura di desa Lok Baintan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 19 Desember 2015. Aktivitas perdagangan dimulai pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 09.30WITA. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sorotan sinar lampu warna warni tertuju ke lokasi di tengah Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, Ahad malam, 1/12, lalu. Di sana tengah diperagakan tarian tradisional khas Suku Banjar, etnis terbesar di wilayah paling selatan pulau terbesar di tanah air tersebut.

    Beberapa grup silih berganti tampil di arena. Tepuk tangan hadirin sering terdengar sajian yang dipersembahkan dinilai spektakuler. Iringan musik panting, yakni rangkaian dari bunyi gong, babun, biola, dan gambus pun membuat malam makin rancak.

    Apa yang berlangsung di tengah sungai, persisnya di Siring Menara Pandang, itu adalah bagian dari Festival Sungai yang digelar di wilayah berjuluk kota seribu sungai tersebut. Festival tahunan ini digelar untuk melestarikan kebudayaan setempat. Tujuan lain adalah untuk meningkatkan kreatifitas anak muda dalam mendalami seni daerah.

    Di hadapan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina grup-grup tari itu bagai saling memperkuat diantara mereka dalam mempertahankan tradisi. Perhelatan itu sekaligus meneguhkan posisi Kota Banjarmasin sebagai kota sungai di tanah air.

    “Lomba tari di atas sungai ini merupakan sebuah ide kreatif yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Terlebih Kota Banjarmasin sedang giat menjadikan sungai sebagai teras depan kota dan obyek wisata,” kata dia. Makanya gelaran ini dianggap penting.

    Kegiatan tersebut menyedot perhatian seluruh pengunjung festival yang mengangkat tema Dance on the River ini. Menurut Kabid Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin, Zul Faizal putra, tahun mendatang, Festival Sungai dipastikan bakal lebih meriah. “Sebab di tahun 2019 nanti  Festival Sungai akan berskala Internasional dengan mengundang negara-negara lain,” kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.