Jumat, 14 Desember 2018

Aroma Sedap dan Gurihnya Gulai Ikan Sale di Medan

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikan sale tak lain dari ikan tawar yang diasap. Biasanya diolah menjadi gulai. Dan menjadi menu khas Tapanuli Selatan yang banyak ditemukan di Medan. (shutterstock.com)

    Ikan sale tak lain dari ikan tawar yang diasap. Biasanya diolah menjadi gulai. Dan menjadi menu khas Tapanuli Selatan yang banyak ditemukan di Medan. (shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Medan memang gudang makanan yang membuat wisatawan tak pernah bosan untuk menikmati wisata kuliner di kota ini. Beragam suku yang tinggal di sana memperkaya olahan. Dan ada sejumlah rumah makan dengan hidangan berbagai daerah di Sumatera Utara yang bisa ditemukan di ibukota provinsi ini. Jadi, pilihan makanan pun lebih beragam. Salah satunya, adalah yang menyajikan menu khas dari Padangsidempuan.

    RM Padangsidempuan ini penyajian seperti di RM Padang. Puluhan piring di taruh di meja, tinggal pengunjung memilih sesuai dengan kemampuan perut dan kantongnya tentunya. Selain ubi tumbuk yang telah dikenal luas sebagai menu khas Sumatera Utara, ada menu khas yang bikin terkenang. Tak lain dari gulai ikan sale. 

    Tampilan ikannya tak menarik karena hitam. Kuah santannya pun tak kental seperti umumnya hidangan Minang. Tapi aroma ikan asap ini benar-benar menggoda. Nah, ikan sale tak dari ikan tawar yang diasapkan. Dan salah satunya adalah ikan lele. Atau orang Sumatera Utara menyebutnya limbat. Bisa terasa garing setelah diasap karena ikan lele di provinsi ini tak mengandung lemak banyak. Rasanya gurih pula.

    Baca Juga: 

    Duo Soto Medan Pilihan untuk Mengusir Hawa Dingin 

    Bolu Toba ala Andika Pramata dan Ussy Ramaikan Kuliner Medan

    Bumbu gulai pun meresap ke ikan berwarna hitam kecokelatan tersebut. Jadi antara wangi asap, gurih daging ikan sale, dan kuah gulai pun berpadu menjadi teman nasi yang jempolan. Santannya terasa pedas sekaligus segar. Salah satu menu andalan dari Tapanuli Selatan ini bisa ditemukan di berbagai RM Padang Sidempuan yang ada di Medan. Di antaranya di persimpangan Jalan Sei Belutu Meda, selain itu ada  juga di Jalan Sisingamangaraja dan di Jalan Letda Sujono.

    Saya mendatangi yang berada di Jalan Sei Belutu Medan, dengan bangunan setengah terbuka yang sederhana. Ada meja-meja panjang tersebar di ruangan. Tentunya, bila ada pengunjung meja pun penuh dengan piring berisi makanan yang bertumpuk. Dijamin raa lapar bakal tak tertahankan melihat berbagai menu tersebut.  Buka setiap hari antara pukul 10.00-21.00 hingga bisa menjadi pilihan makan siang maupun bersantap malam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.