Dongkrak Pariwisata, Papua Barat Bangun Jalan di Pegunungan Arfak

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerbangan perdana  paralayang oleh Mapala Universitas Indonesia di pegunungan Arfak dalam rangka ekspedisi Bumi Cendrawasih, 17 Agustus 2018. Foto: Dokumentasi Mapala UI

    Penerbangan perdana paralayang oleh Mapala Universitas Indonesia di pegunungan Arfak dalam rangka ekspedisi Bumi Cendrawasih, 17 Agustus 2018. Foto: Dokumentasi Mapala UI

    TEMPO.CO, Manokwari - Pemerintah Provinsi Papua Barat pada tahun 2019 akan membangun jalan di Kabupaten Pegunungan Arfak guna mendukung pengembangan sektor pariwisata serta pelayanan publik di daerah tersebut. “Pembangunan akan dimulai untuk ruas Anggi-ulong-Penibut dan Sakumi,” kata  Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan di Manokwari, Kamis, 22/11.

    Dominggus mengatakan pemerintah ingin mempermudah akses dari Anggi sebagai pusat pemerintahan dengan dengan distrik-distrik lain. Namun pembangunan itu akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

    Ia mengemukakan pembangunan jalan di daerah tersebut sudah dimulai pemerintah setempat serta pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Mulai tahun ini dan 2019, BPJN memfokuskan pada pembangunan jalan trans di Papua Barat.

    "Informasi terakhir yang saya peroleh seperti itu, BPJN untuk sementara waktu tidak bisa melanjutkan pembangunan jalan di Pegaf (Pegunungan Arfak) karena diberi target untuk menuntaskan jalan trans Papua Barat," kata dia.

    Terkait pembangunan jalan di daerah ini, menurut Dominggus, masyarakat Kampung Uper menolak pengaspalan jika harus mendatangkan bahan material seperti batu dan pasir dari daerah lain. Mereka menginginkan pembangunan itu memanfaatkan material yang tersedia di daerah sendiri.

    Menurut gubernur, keinginan masyarakat sangat positif karena bisa menekan biaya pembangunan. Meski pun demikian, material yang digunakan harus melalui uji laboratorium untuk menjamin kualitas bangunan. "Kelayakan material wajib menjadi pertimbangan, di sini medanya cukup berat."

    Kualitas batu di wilayah itu dinilai kurang bagus karena tercampur dengan tanah. Jika dipaksakan, kata Gubernur, hal itu bisa membuat aspal mudah rusak baik karena cuaca maupun beban lintasan. "Saya sudah sampaikan kepada bupati supaya menyampaikan kepada masyarakat. Sehingga mereka paham dan pembangunan lancar," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.