Libur Akhir Tahun, Pengrajin Terompet Bisa Raih Omset Rp 100 Juta

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi terompet tahun baru. ANTARA/Prasetia Fauzani

    Ilustrasi terompet tahun baru. ANTARA/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Pekanbaru- Menjelang libur akhir tahun dan menghadapi perayaan tahun baru 2019, sejumlah pengrajin di Pekanbaru, Riau mulai pemproduksi terompet untuk kebutuhan masyarakat merayakan malam pergantian tahun. Salah satunya Bagus, Pengrajin terompet yang ada di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.

    Ratusan terompet yang sudah jadi mulai menumpuk di rumahnya, baik terompet ukuran kecil maupun besar. Saat disambangi, Bagus yang duduk di antara tumpukan terompet itu terus bekerja, jemarinya cekatan membalut terompet dengan kertas hias.

    "Untuk satu terompet menghabiskan waktu paling lama 15 menit saja," ujarnya, Rabu, 21 November 2018.

    Pembuatan terompet sudah mulai dikerjakan jejak lima bulan lalu. Menurut Bagus, produksi terompet sengaja dikerjakan lebih awal untuk memenuhi target 10 ribu buah terompet dalam tahun ini.Pengguna jalan melewati deretan pedagang terompet Tahun Baru di kawasan Blok-M, Jakarta, 28 Desember 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Bagus pun perlu mengubah model dan jenis terompet setiap tahunnya, sesuai dengan tren kekinian yang terus berkembang. Untuk Tahun ini kata dia, model yang sangat digemari anak-anak adalah terompet tokoh kartun Upin dan Ipin, Marsha dan Frozen.

    "Sedangkan orang dewasa sangat meminati terompet berbentuk naga dengan ukuran cukup besar," tukasnya. Harga setiap terompet yang ditawarkan berbeda sesuai dengan jenis dan ukurannya, mulai dari harga terendah Rp 2.500 hingga 150 ribu.

    Bagus mengaku tidak khawatir dengan pemasaran terompet tersebut. Pria yang sudah memulai produksi terompet sejak tahun 1998 ini mengaku sudah memiliki pelanggan khusus yang mampu menampung terompet dalam jumlah banyak. Terutama pedagang pengencer yang berasal dari berbagai daerah seperti Dumai, Kepulaian Natuna, Bukittinggi, Padang dan Medan. "Hotel-hotel juga sudah mulai pesan," ujarnya.

    Penghasilan dari penjualan terompet ini cukup menggiurkan setiap tahunnya, Bagus mengaku bisa meraih omset mencapai 50 juta bahkan lebih. "Kalau tidak hujan pas tahun baru bisa mencapai 100 juta satu periode," ujarnya.

    Bagus berharap pergantian tahun 2019 Ini membawa berkah lebih baik dari tahun sebelumnya, bila cuaca cukup mendukung menjelang pergantian tahun nanti, Bagus memperkirakan target omset RP 100 Juta bakal tercapai.

    RIYAN NOFITRA (Pekanbaru)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.