Jumat, 14 Desember 2018

Rekayasa Lalu-Lintas Malioboro Diundur Usai Perayaan Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesibukan lalu-lintas di Jala Malioboro, dipotret pada Januari 2014. Tempo/Tulus Wijanarko

    Kesibukan lalu-lintas di Jala Malioboro, dipotret pada Januari 2014. Tempo/Tulus Wijanarko

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Pemerintah provinsi DIY menggelar ujicoba rekayasa lalu lintas di kawasan seputaran Malioboro untuk persiapan menjadi kawasan pedestrian akhir November ini ditunda.

    Penundaan ujicoba rekayasa tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan adanya sejumlah event atau agenda wisata yang berpotensi terganggu jika rencana itu diaplikasikan. Kelak, yang dibri akses melewati Malioboro adlaah tamu VIP dan bus Trans Jogja.  "Berdasarkan rapat koordinasi yang kami lakukan hari Senin (19/11), ujicoba rekayasa lalu lintas di kawasan Malioboro itu ditunda," ujar Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapta Raharja Senin 19 November 2018.

    Sigit mengatakan penundaan ujicoba karena mempertimbangkan beberapa event yang sedang dan akan berlangsung di Yogyakarta. Misalnya masih berlangsungnya perayaan pasar malam Sekaten di Alun-Alun Utara. Tradisi Sekaten yang dipadati ribuan orang tiap hari itu membutuhkan rekayasa lalu lintas tersendiri di seputaran Alun-Alun Utara untuk menghindari kemacetan yang parah.Jalanan Malioboro ,Yogyakarta tampak lengang dari hiruk pikuk pedagang kaki lima (PKL) , 26 September 2017 . TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Selain itu, penundaan ujicoba tersebut juga karena akan adanya operasi menyambut libur Hari Natal dan Tahun Baru. Biasanya setiap menjelang pergantian tahun, Yogyakarta selalu diserbu wisatawan lokal dan mancanegara. Malioboro menjadi salah satu sentra bertumpuknya wisatawan yang ingin menikmati Yogyakarta.

    Tak hanya itu, penundaan ujicoba karena pemerintah ingin memastikan kembali rencana rekayasa lalu lintas diketahui publik luas sehingga tidak terkejut saat kebijakan itu saat dilaksanakan. "Sebelum ujicoba rekayasa lalu lintas kami akan terus sosialisasi kepada warga. Jangan sampai timbul gejolak di mana masyarakat yang tinggal di beberapa ruas jalan yang sebelumnya dua arah lalu dibuat menjadi searah akan merasa dirugikan," ujarnya.

    Sigit mengemukakan kemungkinan besar ujicoba rekayasa lalu lintas seputaran Malioboro baru bisa terlaksana tahun depan yakni awal 2019.

    Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Golkari Made sebelumnya mengusulkan agar rekayasa lalu lintas dilakukan berlawanan arah jarum jam. Di mana Malioboro berfungsi sebagai sentranya sedangkan jalan Suryotomo dan jalan Matara berubah menjadi jalan satu arah yaitu ke arah utara. Dengan catatan tak ada parkir lagi menggunakan ruas jalan.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.