Jaga Terumbu Karang, Pemerintah Atur Jalur Pelayaran Raja Ampat

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Investigasi Tragedi Raja Ampat

    Pemerintah Investigasi Tragedi Raja Ampat

    TEMPO.CO, Waisai - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat akan mengatur alur pelayaran dari Waisai menuju destinasi wisata Piaynemo. Kawasan ini biasanya menjadi tujuan utama wisatawan saat berkunjung di Kepulauan Waigeo.

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat Yohanes B Rahawarin di Waisai, Selasa, 13/11, mengatakan, pemerintah sedang membuat regulasi untuk mengatur alur pelayaran di kawasan konservasi Raja Ampat. “Termasuk jalur pelayaran Waisai menuju Piaynemo.”

    Dia mengatakan jalur pelayaran itu perlu diatur sehingga tidak semua jenis perahu bisa mausk di kawasan konservasi kepulauan Waigeo dan fam. “Agar terumbu karang tidak rusak seperti kejadian kapal pesiar Inggris beberapa waktu lalu.” Kata dia.

    Dalam menyusun regulasi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah melakukan survei jalur pelayaran Waisai ibukota Kabupaten Raja Ampat menuju Piaynemo. Hasilnya telah ditetapkan kawasan mana yang bisa digunakan untuk pelayaran.

    Juga akan diatur di kawasan mana saja kapal wisata dapat berlabuh dan buang jangkar. Ia mengatakan tim penyusun regulasi sedang turun ke masyarakat kampung- kampung kawasan perairan konservasi Waigeo dan Fam. Di sana tim berdiskusi dan minta pendapat warga atas regulasi tersebut.

    "Kami upayakan regulasi tersebut tuntas sebelum akhir tahun 2018,” kata Yohanes. Selanjutnya regulasi itu disosialisasikan kepada stakeholder pariwisata, dan mulai berlaku awal tahun 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.