6 Objek Wisata yang Bisa Disinggahi saat Napak Tilas Banten Lama

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berfoto di komplek keraton Kaibon, Kampung Kroya, Desa Kesunyatan, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, 4 Februari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Warga berfoto di komplek keraton Kaibon, Kampung Kroya, Desa Kesunyatan, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, 4 Februari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Tangerang - Berkunjung ke  Serang  ibukota Provinsi Banten tak lengkap rasanya jika tak menginjakkan kaki ke Banten Lama. Di kawasan situs sejarah di Kecamatan Kasemen ini terdapat destinasi wisata sejarah dan ziarah yang menarik untuk disusuri di  akhir pekan.

    Bahkan untuk mendukung gagasan Gubernur Banten Wahidin Halim yang akan menjadikan Banten Lama sebagai ikon Provinsi Banten, Dinas Pariwisata  akan melakukan pengembangan destinasi dan atraksi penunjang di sekitar Kawasan Keraton Kesultanan Banten (KKB). Saat ini yang tengah dilakukan adalah penataan kembali. 

    "Revitalisasi melalui  pembangunan fisik masih berlangsung,  belum selesai. Setelah kegiatan hari ulang tahun Banten dan Hari Santri banyak pengunjung yang ingin melihat proses perubahan yang sedang dilaksanakan," kata Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nur Cahyati, Sabtu, 10 November 2018. Rampung revitalisasi, ia yakin kunjungan wisatawan pun akan berlipat. Ayo, intip ada objek wisata apa saja di Banten Lama. 

    1. Keraton  Sorosowan
    Pada masa jayanya Banten disebut pula Kota Intan. Bukti itu ditunjukan  di Keraton Sorosowan yang  dibangun mirip sebuah benteng Belanda yang kokoh dengan bastion (sudut benteng  berbentuk intan) pada empat sudut bangunannya.

     

     

    Di atas lahan 3 hektar, keraton ini dibangun sekitar 1522-1526  pada masa pemerintahan Maulana Hasanuddin, pendiri  Kesultanan Banten. Saat ini, bangunan di dalam dinding keraton tak ada lagi yang utuh.  Namun, masih ada sisa  reruntuhan dinding dan pondasi kokoh.

    2. Istana Kaibon
    Keraton Kaibon dibangun untuk Ratu Aisyah. Sang ratu merupakan ibunda Sultan Syaifudin. Kaibon artinya keibuan. Kala itu Sang Sultan ke-21 itu masih belia, umurnya baru 5 tahun sehingga belum bisa memegang tampuk pemerintahan.

    Arsitektur Keraton Kaibon ini unik karena dikelilingi  saluran air. Keraton Kaibon ini dihancurkan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1832, bersamaan dengan keraton Surosowan. Kini, yang masih tersisa hanya lah gerbang dan pintu-pintu besar yang dikenal dengan nama Pintu Paduraksa yang modelnya khas Bugis.

    3. Benteng Speelwijk
    Benteng Speelwijk  terletak di sisi utara Kesultanan Surosowan. Arsitek yang membangun adalah kepercayaan Sultan Ageng Tirtayasa, seorang keturunan Tionghoa yang kelak bergelar Pangeran Cakradana. Bangunan inilah yang menjadi salah satu alasan Kesultanan Banten memiliki pertahanan yang sulit ditembus dari laut oleh para penjajah dari Eropa yang hendak memasuki nusantara.

    Berdasarkan situs Kemendikbud,  arsitek Belanda Hendrik Lucaszoon Cardeel juga berperan dalam pembangunan Speelwijk. Lucaszoon membangun Speelwijk pada 1682, lalu dipugar pada 1685 dan 1731. Ia melakukan perubahan atas bangunan yang dirancang arstitek Tionghoa tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...