Sabtu, 17 November 2018

Sisa Bangunan Kayu Situs Liyangan Awet Ribuan Tahun, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggali tanah di petak ekskavasi situs Liyangan, Ngadirejo, Temanggung, Jateng, 25 November 2014. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Pekerja menggali tanah di petak ekskavasi situs Liyangan, Ngadirejo, Temanggung, Jateng, 25 November 2014. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Tiga unit sisa bangunan berhasil ditemukan di Situs Liyangan di Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, belum lama ini. Itu adalah temuan kesekian Tim Penelitian Situs Liyangan Balai Arkeologi DI Yogyakarta yang telah memulai penelitian di sana sejak 2010 hingga 2018.

    Penemuan pertama pada 2010, kedua 2012, dan ketiga 2018 yang menjadwalkan penelitian 18 Oktober – 4 November 2018. Bentuk temuannya berupa ijuk, bambu, dan kayu yang sudah berujud arang.

    Semua sisa bangunan yang baru digali di bagian permukaan itu semula ditemukan terkubur material vulkanik Gunung Sindoro yang meletus hebat pada abad 11 Masehi. Yang menarik, situs yang diperkirakan dihuni sejak peradaban abad 2 Masehi dan berakhir abad 11 Masehi itu masih awet, meskipun lapuk.

    Menurut Ketua Tim Penelitian Situs Liyangan Balai Arkeologi DI Yogyakarta Sugeng Riyanto, ijuk, kayu, dan bambu itu masih bisa dikenali karena berubah menjadi arang setelah tertimbun material vulkanis Sindoro yang panas. Sugeng ditemui di Kantor Balai Arkeologi DIY, Jumat, 2 November 2018.Biji Jagung Purba Ditemukan di Situs Liyangan

    Material itu tidak terbakar, karena material pertama yang jatuh dari letusan Sindoro adalah pasir yang sangat panas. Menguto seorang ahgli geologi, Sugeng mengatakan pasir yang panas itu adalah material pertama yang membakar bahan-bahan organik tersebut. Apabila dilakukan ekskavasi (penggalian) pada lapisan itu akan terlihat lapisan pasir yang tidak padat, tetapi renggang karena saat jatuh dalam kondisi sangat panas.

    Material kedua yang terlontar dari Sindoro dan jatuh menimbun adalah material abu. Kemudian material pasir yang lebih tebal, tetapi tak sepanas pasir yang pertama. Lapisan pasir yang tebal ini yang menjadi sasaran penambangan warga beberapa waktu lalu.

    Ketebalan material Sindoro yang mengubur kawasan Situs Liyangan yang meliputi area candi atau pemujaan, pertanian, dan permukiman berkisar 6 meter – 14 meter. Area candi terkubur material setebal 8 meteran, area pertanian setebal enam meter, area permukiman 5 meter – 6 meter, dan sisi lain di luar area candi ada yang terkubur sedalam 14 meter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.