Selasa, 13 November 2018

Pengunjung World Travel Market London Antre Kopi Rempah Indonesia

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung stand Indonesia di Kava, Caj Cokolada Festival 2017, Bratislava, Slovakia, 19 November 2017. (KBRI Bratislava)

    Pengunjung stand Indonesia di Kava, Caj Cokolada Festival 2017, Bratislava, Slovakia, 19 November 2017. (KBRI Bratislava)

    TEMPO.CO, Jakarta - Paviliun Indonesia memperkenalkan kopi rempah-rempah di pameran pariwisata World Travel Market (WTM) London yang berlangsung di gedung Excel dari tanggal 5 sampai 7 November 2018. Kopi rempah ini berisi campuran cengkeh, pala, jahe merah, gula aren, vanila dan kayu manis serta bunga lawang.

    "Saya mencampurkan bahan-bahan rempah-rempah dari Indonesia dengan kopi ternyata banyak diminati pengunjung paviliun," ujar Sujonsen, barista dari AEKI Cerita Kopi yang bertugas menyediakan kopi, kepada Antara London, Rabu, 7/11. Setiap hari hampir selalu ada antrean untuk mencicipi kopi Indonesia dengan campuran rempah-rempah tersebut.

    Selain kopi rempah-rempah, pojok kopi di paviliun Indonesia juga menyediakan berbagai macam kopi Nusantara. Menurut Sujonsen kopi yang dipromosikan, antara lain, kopi Aceh Gayo, Flores, Sumatra Mandheling, Sumatra Toba Samosir Janji Maria , kopi Bali Kintamani dan kopi Toraja Mamasa dan Java. Aroma kopi yang semerbak mengundang pengunjung paviliun Indonesia yang tampil dengan ikon kapal Phinisi.ilustrasi kopi (pixabay.com)

    Sujonsen mengatakan banyak pengunjung yang bertanya asal kopi, dan lalu mereka rela antre untuk mencicipi kopi Gayo apalagi dengan adanya campuran berbagai rempah-rempah tradisional Indonesia. Mereka juga ada yang minta resep campuran rempah-rempahnya. Coffee Corner Indonesia di paviliun Indonesia setiap hari menyediakan sebanyak 600 cangkir.

    Salah seorang pengemar kopi asal London mengatakan ia sangat suka rasa dan aroma kopi yang disajikan. "Aromanya sangat harum dan rasanya asli kopi apalagi dengan ditambah berbagai rempah-rempah," ujar salah seorang pengunjung. 

    Sujonsen mengatakan bangga akan kekayaan alam Indonesia, salah satunya kopi. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu pengekspor kopi nomor empat terbesar di dunia.

    Selama pameran paviliun Indonesia dimeriahkan oleh penampilan musik angklung toel yang dibawakan Hamdani. Kelompok ini membawakan lagu daerah seperti Es Lilin dan Ilir-ilir serta Meraih Bintang, lagu resmi Asian Games 2018 d Jakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?