Sabtu, 17 November 2018

Pedestrian Kelar, Rekayasa Jalur Lalin Sekitar Malioboro Digodok

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andong tengah parkir di jalur lambat Jalan Malioboro, Yogyakarta. Tempo/Tulus Wijanarko

    Andong tengah parkir di jalur lambat Jalan Malioboro, Yogyakarta. Tempo/Tulus Wijanarko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DI Yogyakarta sedang menyiapkan sebuah rekayasa lalu lintas untuk menyokong Malioboro agar segera menyandang kawasan pedestrian seiring rampungnya revitalisasi trotoar sisi barat dan timur. Dari rencana awal yang disiapkan, ada sejumlah perubahan besar jalur-jalur lalu lintas di sekitar Malioboro.

    "Semua sedang kami siapkan, dan masih tahap survei untuk mengambil keputusan terhadap rekayasa lalu lintas yang diberlakukan sebagai penunjang pedestrian Malioboro," ujar Kepala Dishub DIY, Sigit Sapto Raharjo kepada Tempo Selasa 6 November 2018.

    Proyeksi perubahan ruas jalan itu antara lain Jalan M. Suryotomo sampai Jalan Mataram rencananya akan dibuat satu arah ke utara. Kemudian Jalan Pasar Kembang yang selama ini dua arah ke barat dan timur, disiapkan satu arah saja ke arah ke barat. Untuk jalan Gandekan Lor sampai Bhayangkara yang sebelumnya satu arah ke utara disiapkan satu arah ke selatan.

    Sedangkan untuk semua jalan sirip Malioboro yang selama ini hanya satu arah (keluar Malioboro) seperti Jalan Dagen, Sosrowijayan, Perwakilan, Gandekan, Suryatmajan, Beskalan, Ketandan, Reksobayan disiapkan seluruhnya menjadi dua arah.Seseorang melintas didepan Djatie Shop, toko penjual pernak-pernik bertema Slank di Jalan Pasar Kembang Kota Yogyakarta, (1/12). Tempo/Anang Zakaria

    "Tujuan rekayasa jalur ini agar semua kendaraan kelak tak menumpuk di Malioboro dan menyebakan kemacetan," ujarnya. Sigit menuturkan Malioboro sebagai pedestrian melalui dua trotoarnya, hanya menyisakan jalan selebar 6 meter di tengah.

    "Bayangkan kalau dengan jalan selebar 6 meteran itu bis, motor, mobil, andong, becak, sampai sepeda numpuk di situ di saat yang sama," ujarnya.

    Sempat berkembang wacana jika Malioboro ke depan hanya dilalui sepeda ontel, becak kayuh (bukan becak motor), bus trans dan truk penyemprot tanaman. Juga soal rencana uji coba perubahan jalur itu pada minggu ketiga bulan November 2018 ini. Dan wacana jika dalam satu minggu lancar maka tanggal 1 Desember akan di tetapkan perubahan jalur di luar Mallboro itu.

    Namun Sigit mengatakan semua masih digodog lagi saat ini. Sigit menuturkan survei akan digelar untuk menetapkan perubahan jalur itu pekan ini. Ia tak menyebut pasti kapan jalur jalur itu akan diubah. "Yang jelas untuk DED (Detil Engineering Design) jalan sirip selesai tahun 2019, nah perubahan jalurnya setelah itu," ujarnya.

    Sigit mengatakan saat ini pemerintah DIY juga telah membidik sejumlah kantung parkir baru untuk parkir khusus becak dan kendaraan bermotor. "Kantung parkir baru itu memakai beberapa lahan milik Keraton Yogya dan ada di ruas-ruas jalan Malioboro," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.