Jumat, 14 Desember 2018

Peneliti Bengkulu Budidayakan Dua Spesies Bunga Bangkai

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melihat bunga bangkai yang mekar di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, 8 Maret 2016. Bunga langka ini mekar sempurna dengan tinggi 3,735 meter dan lebar 160 cm. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Sejumlah pengunjung melihat bunga bangkai yang mekar di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, 8 Maret 2016. Bunga langka ini mekar sempurna dengan tinggi 3,735 meter dan lebar 160 cm. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Bengkulu- Peneliti Universitas Bengkulu membudidayakan dua spesies bunga bangkai untuk memudahkan masyarakat melihat dan mengamati tumbuhan suku talas-talasan tersebut. "Spesies yang kami budidayakan adalah Amorphophallus paeoniifolius alias suweg dan Amorphophallus titanum yang tingginya bisa lebih dari dua meter," kata Yansen, peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Selasa, 6/6.

    Yansen menuturkan dalam upaya budidaya itu tim peneliti memindahkan umbi bunga bangkai dari habitat aslinya ke laboratorium kehutanan di Universitas Bengkulu. Pemindahan pertama kali dilakuka pada 2009 atas umbi suweg yang tumbuh di pemukiman warga di Kota Bengkulu. "Saat ini, umbi yang kami pindahkan dulu sedang berbunga," kata dia.

    Baca juga: Bunga Bangkai Bertunas Tiga Tumbuh di Halaman Sekolah

    Suweg bisa dikembangbiakkan dari umbinya, yang berbentuk bundar pipih dengan ukuran diameter 40 centimeter, tinggi 30 centimeter dan bobot sekitar lima kilogram. "Selain dapat dibudidayakan, umbi bunga bangkai juga bisa diolah menjadi sumber karbohidrat alternatif, namun perlu diproses melalui berbagai tahapan karena getahnya gatal," ujar Yansen.

    Ia menjelaskan bahwa Pulau Sumatera memiliki 20 dari sekitar 200 spesies bunga bangkai yang ada di seluruh dunia. "Ada sekitar 10 spesies bunga bangkai di Bengkulu," katanya.

    Yansen mengatakan tumbuhan itu bisa dibudidayakan untuk menarik kunjungan wisatawan. Namun untuk itu perlu dibangun sebuah rumah botani. "Di sana pengunjung dapat melihat tempat pembibitan hingga bunganya mekar. Hal ini tentu akan sangat menarik bagi wisatawan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.