Tempat Penting dalam Karir Rami Malek, Bintang Bohemian Rhapsody

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Bohemian Rhapsody. Fox

    Film Bohemian Rhapsody. Fox

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Bohemian Rhapsody sudah ditunggu-tunggu para penggemar Queen sejagat itu pun akhirnya beredar sudah. Film ini dibintangi Rami Malek yang berperan sebagai Freddie Mercury, vokalis band asal Inggris itu.

    Bohemian Rhapsody dirilis di London, Selasa, 23 Oktober 2018  waktu setempat. Film yang juga sudah bisa dinikmati penonton Indonesia ini mengisahkan kehidupan Freddie Mercury, baik sisi pribadinya maupun perjalanan karirnya bersama Queen.

    Perjuangan Freddie Mercury yang lahir di Stone Town, Tanzania melawan narkoba dan alkohol juga terungkap dalam Bohemian Rhapsody. Dan Rami Malek dinilai sukses memainkan karakter rocker flamboyan tersebut.

    Malek tidak ujug-ujug menjadi aktor. Dia sudah mengasah bakat seninya sejak remaja, yakni saat berskeolah di Sekolah Tinggi Notre Dame (NDHS) di Sherman Oaks, Los Angeles, California. Ini adalah sekolah menengah persiapan akademi Katolik yang didirikan Kongregasi Salib Suci pada tahun 1947.

    Sekolah ini sudah beroperasi sejak 1947dan saat itu hanya menerima murid pria. Bertempat di Keuskupan Agung Katolik Roma Los Angeles, Notre Dame telah dianugerahi Program Sekolah Blue Ribbon Departemen Pendidikan Amerika Serikat.Rami Malek perankan salah satu adegan Bohemian Rhapsody. Kisah diangkat dari cerita nyata (Tabloid Bintang)

    Pada 1983-1984 Notre Dame memulai era baru dengan menerima murid perempuan. Perubahan itu tentu saja memerlukan banyak penyesuaian, karena sebelumnya fasilitas yang ada hanya untuk anak laki-laki.

    Rami Malek mengasah dasar-dasar kemampuan aktingnya di sekolah ini bersama Kristen Dunst, adik kelasnya. Tentu anda juga sudah mengenal siapa gadis cantik tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.