Selasa, 13 November 2018

Jogja International Heritage Walk 2018 akan Ambil Rute Baru

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti kegiatan Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2013 saat melintas di Komplek Candi Plaosan, Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang diikuti oleh 315 peserta dari 17 negara tersebut selain bertujuan untuk memasyarakatkan jalan kaki sebagai sarana rekreasi dan olahraga sederhana yang bermanfaat untuk semua kalangan, juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang memiliki hobi olahraga jalan kaki. (ANTARA FOTO/Noveradika)

    Peserta mengikuti kegiatan Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2013 saat melintas di Komplek Candi Plaosan, Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang diikuti oleh 315 peserta dari 17 negara tersebut selain bertujuan untuk memasyarakatkan jalan kaki sebagai sarana rekreasi dan olahraga sederhana yang bermanfaat untuk semua kalangan, juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang memiliki hobi olahraga jalan kaki. (ANTARA FOTO/Noveradika)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Perhelatan internasional yang memadukan olahraga jalan kaki sembari jelajah wisata, Jogja International Heritage Walk (JIHW), bakal digelar di Yogyakarta pada 17-18 November 2018 mendatang. Dalam penyelenggaraan event yang pelaksanaannya tahun ini sudah memasuki satu dekade itu akan diikuti sekitar hampir 2500 peserta.

    "Dari peserta yang terkonfirmasi itu, sebanyak 350 merupakan peserta manca perwakilan dari total 20 negara tamu," ujar Wakil Ketua Pelaksana JIHW, Dahlia Puspasari Selasa 30 Oktober 2018. Dahlia menuturkan event bertema The 10th Jogja International Heritage Walk 2018 : Save the Nature, Respect the Culture, Jogja to the World itu digelar dalam tiga rute, yakni 5 km, 10 km dan 20 km.

    Bedanya dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, event yang tercatat menjadi One of 100 Best National Event Kementerian Pariwisata itu kali ini bakal ada perubahan rute. Hari pertama, yakni 17 November 2018, rute jalan kaki mengambil start dan finish di lapangan Brahma Candi Prambanan.

    "Sedangkan untuk hari kedua (18/11) menggunakan rute baru yakni di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman," ujar Dahlia. Di Kecamatan Turi Sleman para peserta akan diajak mengelilingi enam desa wisata yang memiliki keunikan. Yakni Desa Pancoh, Desa Kelor, Desa Nanggring, Desa Tunggul Arum, Desa Pule Sari dan Desa Garongan.

    Dahlia menuturkan di rute baru ini ada keunikan-keunikan yang bakal dirasakan oleh peserta jalan kaki. Misalnya saat singgah di Desa Nanggring, peserta bisa menikmati susu kambing etawa gratis. Lalu saat singgah di Desa Pulesari peserta akan diajak berinteraksi bersama warga desa yang akan menyajikan pertunjukan musik instrumental tradisional dan gunungan salak.

    Lalu di Desa Kelor peserta akan diajak menengok sebuah tempat bersejarah bernama Joglo Kelor, yang dibangun sejak 1835. Tempat itu adalah perlindungan saat masa Perang Diponegoro. "Masing-masing desa memiliki ciri khas dan kegiatan ini untuk menonjolkan alam dan budaya daerah setempat," ujar Dahlia.

    Tak kalah menariknya, peserta jalan kaki di hari pertama di area Candi Prambanan juga akan dihibur berbagai atraksi seni budaya. Sebelum start pukul 06.00 WIB di Candi Brahmana, akan ada sesi cucuk lampah oleh Gedruk Lampah Buto. Lalu selama perjalanan, para peserta akan disuguhi berbagai hiburan menarik seperti pertunjukan akustik musik tradisional, wayang wong di area Candi Sari dan rencananya akan ada tari topeng pedalangan.

    Marketing Communication JIHW 2018, Dede Budiarti, menuturkan, kegiatan kali ini juga akan melibatkan International Volkssport Verband (IVV) Internationaler Volkssport Verband atau International Federation of Popular Sport, yakni yaitu organisasi non profit yang mewadahi beberapa cabang olahraga populer seperti Triathlon. JIHW telah resmi menjadi bagian IVV sejak 2013 bersama 29 negara lain.

    "Melalui peran IVV ini memudahkan para pejalan kaki dari negara-negara Eropa, Jepang dan Pan Pasifik datang ke Indonesia khususnya Yogya untuk ikut JIHW," ujarnya.

    Selain jalan kaki, Jogja International Heritage Walk juga bekerja sama dengan berbagai pihak mengadakan kegiatan-kegiatan menarik seperti edukasi jamu oleh Wilwatikta, Senam zumba dan cek kesehatan gratis oleh Rotary Club of Yogya Tugu, Fun bike 10km gratis, Lomba mewarnai dan lomba melukis payung bersama komunitas Omah Parenting.

    Lalu ada  Board game AR (Augmented Reality) bersama komunitas Sebangku. Adapula edukasi dan workshop Taman Siswa Ki Hajar Dewantara bersama Sariswara Club, games dolanan anak, edukasi lingkungan hidup dan donasi bibit pohon bersama Greentech Universitas Pembangunan Nasional (UPN), festival makanan dan barang-barang organik oleh Komunitas Organik Indonesia.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?